Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Hari Santri Nasional, Sejarah dan Aktualisasi Peran Santri

11 Oktober 2017 - 22:57:15 | 278

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Sejarah mencatat peran besar perjuangan santri dalam merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia. Salah satunya yaitu pada tanggal 22 Oktober 1945 saat Belanda dan Sekutu mencoba kembali meungasai Indonesia, Santri tampil di depan dengan megomandoi berbagai elemen bangsa untuk bahu-membahu mengusir penjajah dari Indonesia. 

Presiden Soekarno atas saran Jendral Besar Soedirman mengirim utusan kepada KH Hasyim Asy'ari untuk meminta fatwa solusi atas agresi pasukan sekutu. KH Hasyim Asy'ari kemudian mengeluarkan fatwa Jihad dari fatawa KH Hasyim Asy'ari tersebut KH Wahab Chasbullah (Jombang) mengumpulkan dan memimpin rapat dengan KH Bisri Syamsuri (Jombang), KH M Dahlan (Surabaya), KH Tohir Bakri (Surabaya), KH Ridwan Abdullah (Surabaya), KH Sahal Mansur, KH Abdul Djalil (Kudus), KH M Ilyas (Pekalongan), KH Abdul Halim Siddiq (Jember), KH Saifudin Zuhri (Jakarta) dan Kyai lainnya mencetuskankan Resolusi Jihad

Resolusi Jihad ini kemudian menjadi pengobar semangat para santri yang tergabung dalam Laskar Hizbullah, Laskar Sabilillah, Barisan MuJahidin dan PETA yang dipimpin oleh para Kyai mewakafkan hidupnya untuk kemerdekaan Indonesia.

Penetapan Hari Santri Nasional oleh Joko Widodo sesuai Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 merupakan bentuk penghargaan terhadap jasa santri dalam sejarah. Hal itu sebagaimana yang dikatakan M. Romahurmuziy, bahwa Hari Santri Nasional merupakan bentuk rekognisi atau pengakuan negara terhadap peran sejarah kaum santri terhadap Indonesia. 

Melihat fakta sejarah yang demikian peran dan keterlibatan santri dalam membangun bangsa tidak boleh berhenti. Santri dan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan santri harus senantiasa didorong dan diberi dukungan agar terus berkembang. Dorongan itu dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Pemerintah misalnya, dapat mengalokasikan dana APBN untuk mensuport berbagai kegiatan pondok pesantren. Selain itu juga misalnya pemberian beasiswa khusus untuk santri harus terus ditingkatkan.

Dalam era global sekarang ini santri merupakan salah satu elemen yang perannya sangat dibutuhkan. Terutama untuk menghadapi ideologi dan pemikiran radikal yang belakangan ini santer berhembus. Maka sudah selayaknya santri didorong dan diberi kesempatan untuk mengaktualisasikan dirinya dalam masyarakat. Dengan begitu santri dapat terlibat dan berbuat lebih lagi terhadap bangsa dan negara. (ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV