Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Islam Mengajarkan Kasih Sayang, Bukan Menebar Teror

05 Juli 2017 - 18:21:26 | 371

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Merebaknya fenomena kekerasan di tanah air akhir-akhir ini merupakan sebuah hal yang sangat memperihatinkan. Apalagi kekerasan yang terjadi selalu dikaitkan dan mengatasnakan Islam, hal ini merupakan sebuah kekeliruan. Islam dibawa oleh Nabi Muhammad SAW tidaklah mengjarkan kekekerasan tetapi kasih sayang. Bahkan tidak hanya kepada manusia saja tetapi juga menyayangi segala makhluk ciptaan Allah.

Segelintir kalangan yang menyatakan diri berjihad dengan melukai orang lain bukanlah menjalankan ajaran Islam. Aktifitas teror bagaimana bentuk dan alasannya merupakan tindakan yang tidak baik. Aneh sekali jika ada orang berusaha mencelakai orang lain semacam ISIS mengaku berjuang untuk Islam. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai wadah bagi ulama-ulama di Indonesia sendiri telah mengeluarkan fatwa haram terhadap teror.

Melihat Islam dan teror dari sisi manapun merupakan hal yang sangat bertentangan. Bagaimana tidak Islam menghadirkan kedamaian serta kasih sayang. Sedangkan terror memunculkan ketakutan, kekhawatiran dan hal lain yang tidak menyenangkan. Jika kita lihat dari akar bahasanya Islam memiliki arti keselamatan, ini jelas menunjukkan hal yang berbeda dengan teror.

Mungkin ada segelintir orang melontarkan pertanyaan yang mengusik umat Islam, contohnya: Jika Islam agama damai kenapa teroris banyak yang beragama Islam?. Pertanyaan yang demikian sebenarnya adalah pertanyaan yang terus dimunculkan untuk membangun opini, sehingga akhirnya berangsur menjadi pemahaman umum. Jika sudah bergerak menjadi pemahaman umum akan sangat sulit untuk merubahnya.

Kembali pada konteks diatas, jika mau melihat secara jujur kenapa  teroris banyak beragama Islam harus dilihat bukan hanya agamanya tetapi motifnya. Jika mereka berusaha meneladani Nabi Muhammad SAW, adalah sebuah kekeliruan jika yang disebar adalah rasa takut dan kekacauan. Nabi Muhammad SAW sendiri berperang dengan motif yang sangat selektif.

Menurut Nizar Abazhah menjelaskan bahwa ada tiga motif atau alasan Nabi Muhammad SAW berperang. Pertama, melayani serangan musuh. Nabi baru mau berperang kalau ada musuh yang menantang umat Islam untuk berperang seperti Perang Badar, Uhud, dan Khandaq. Perang yang dilakukan Nabi hanya untuk mempertahankan diri.

Kedua, memberi pelajaran kepada musuh yang sengaja mencari gara-gara kepada umat Islam. Seperti Perang Bani Quraizhah, Khaibar, dan Mu’tah. Perang ini dilakukan untuk menertibkan dan memberi hukuman kepada mereka yang sengaja melanggar perjanjian bersama yang telah dibuat. Ketiga, menggagalkan rencana musuh seperti Perang Tabuk. Ini merupakan pencegahan terhadap musuh-musuh sebelum mereka menyerang umat Islam.

Jika ditilik lebih jauh dalam sejarah, Rasulullah setelah perang badar berkata bahwa perang di medan adalah jihad shoghir (kecil), sementara memerangi hawa nafsu adalah perang akbar (besar) Berawal dari pemahaman agama yang sepotong-sepotong tersebut lah, terorisme berkembang dengan subur. Dengan demikian jelas bahwa teror bukanlah produk Islam dan tindakan teror adalah sebuah tindakan sesat yang mengkhawatirkan dan harus dilawan bersama-sama. ( Dari berbagai sumber/ ZA)

 





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV