Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Islam Moderat, Hubungan Arab Saudi dan Indonesia dari Masa ke Masa

06 November 2017 - 22:03:22 | 271

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Negara Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia dengan perkembangan cukup pesat dari tahun ke tahun. Sementara Arab Saudi merupakan negara dimana Islam diturunkan dan berkembang pertama kali. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sejak dulu tergolong sangat mesra. Sejak sebelum kemerdekaan Indonesia telah banyak Ulama Indonesia yang belajar menimba ilmu bahkan mengajar di Arab Saudi. Begitu pula banyak pedagangdan Ulama Arab Saudi datang ke Indonesia memiliki andil besar dalam persebaran Islam. Tiap tahun jamaah muslim Indonesia berbondong-bondong datang ke Arab Saudi untuk melaksanakan rukun Islam pamungkas atau kelima yaitu ibadah haji.

Pada masa kemerdekaan Indonesia, hubungan Indonesia dan Arab Saudi semakin erat. Hal itu terlihat ketika Presiden Republik Indonesia Soekarno tepatnya tahun 1955 bertandang ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji. Soekarno disambut sebagai tamu kehormatan oleh Raja Saudi ketika itu yaitu Saud bin Abdulaziz Al Saud. Penghormatan Raja Saud tersebut karena buah gagasan dan perjuangan Soekarno dalam membela negara-negara tertindas dari cengkeraman penjajahan. Ketokohan Soekarno waktu itu begitu cemerlang dan diakui dunia, tak heran jika Raja Saudi kemudian sampai menghadiahinya mobil Chrysler Crown Imperial.

Zaman terus berkembang, kemajuan terjadi dalam berbagai bidang. Indonesia dan Arab Saudi sama-sama menghadapibanyak tantangan sebagai konsekuensi kemajuan global. Acaman ekstrimisme, terorisme dan radikalisme mencuat dimana-mana. Dalam kondisi yang demikian Arab Saudi dipandang menjadi pemasok faham radikal. Indonesia sendiri memang tidak bisa dikatakan sepi dari radikalisme, namun dianggap cukup mampu mengatasinya dengan faham Islam moderat (Islam Berkemajuan ala Muhammadiyah dan Islam Nusantara ala Nahdlatul Ulama). 

Penyebab Arab Saudi begitu akrab atau dicap sebagai pemasok paham radikal berakar dari sejarah tahun 1979. Ketika terjadi revolusi Islam di Iran dan para militan menduduki Masjidil Haram di Mekkah. Kekhawatiran Arab Saudi dari ancaman pengaruh Iran waktu itu mendorong untuk melakukan proteksi diri. Hal ini membuat ajaran Islam berkembang secara kaku. Sampai kemudian aturan-aturan dan produk hukum yang dikeluarkan sangat ketat, semisal larangan perempuan berkendara sendiri dan semacamnya. Faham Wahabi kemudian berkembang pesat di Arab Saudi dan menelurkan paham radikal yang meresahkan dunia sampai saat ini. 

Ketika dunia bergeser menuju transparansi berbagai lini dan generasi milenial yang usianya rata-rata dibawah 30 tahun tumbuh memasuki berbagai sektor profesi. Arab Saudi mulai menyadari jika penting untuk mengembangkan Islam moderat sebagai langkah menyelamatkan negaranya dari ancaman kehancuran khususnya ancaman radikalisme. Hal ini juga setelah melihat kenyataan negara kawasan Timur Tengah lain yang dilanda perang saudara dan teror dari ISIS.

Setelah Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud mengangkat Pangeran Mohammad sebagai pewaris tahta pada awal tahun ini. Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, mengatakan kembali ke 'Islam moderat' merupakan kunci dalam rencananya untuk memodernisasi negara kerajaan itu. Tentu ini merupakan sebuah hal yang cukup luar biasa. Negara yang terkenal dengan faham Wahabi mulai bergerak menjauh dari pengaruh Wahabi.

Pengembangan Islam moderat oleh Arab Saudi salah satunya karena terinspirasi budaya Islam di Indonesia. Hal itu tersebut sempat dikatakan oleh Menteri Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi, Adel bin Zaid Al-Toraifi dalam kunjungannya bersama rombongan Raja Salman beberapa bulan lalu. Dalam agenda tersebut juga berhasil membuahkan sebelas nota kesepahaman (MoU) yang salah satu diantaranya dalam bidang urusan Islam.

Islam bagi Indonesia dan Arab Saudi menjadi penghubung tali pengikat relasi atar kedua negara. Ibarat sebuah tanaman Islam dapat di tanam dimanapun, bahkan berkemabang menghasilkan corak yang khas. Lebih jauh lagi, Islam di Indonesia mampu berkembang dengan sangat baik dan moderat. Hal ini membuat Arab Saudi kemudian tertarik untuk mengembangkan dinegaranya demi mengatasi faham-faham radikal. (ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV