Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Islamisasi Minangkabau dari Surau dan Ajaran Sufi

08 Oktober 2017 - 17:24:49 | 322

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Islam berkembang di tanah Minang belangsung sejak abad ke 17 Masehi. Seperti perkembangannya di belahan bumi Nusantara lainnya, proses Islamisasi di Minangkabau merupakan salah satu peristiwa penting. Islam berkembang dar pesisir, dataran pertanian hingga dataran tinggi Minangkabau. Jalur perdaganganlah yang menjadi pintu masuk Islam sehingga begitu gencar. Wilayah pesisir khussunya peradaban Islam berkembang begitu cepat, karena banyaknya pedagang, juru tulis dan ulama yang hilir mudik di wilayah pesisir.

Dalam persebaran Islam surau memegang peran penting dan terdepan dalam membina dan memberi pengetahuan masyarakat tentang Islam. Selain itu karena memang surau dibentuk dari bangunan budaya yang sudah ada sehingga membumi dan akrab dengan masyarakat. Maka tidak heran surau memiliki arti penting dlam masyarakat.

Surau tidak hanya berperan sendiri dalam proses Islamisasi di tanah Minangkabau. Sufisme dan tarekat juga menjadi integrator penting yang mendorong berlangsungnya Islamisasi. Pemberadaban masyarakat dilakukan melalui hukum-hukum Islam dengan dimensi penting ortodoksi surau. Jiwa masyarakat dibangun dengan ajaran sufisme yang berkembang mengalir dalam sendi-sendi kehidupan. 

Ketika Islamisasi telah mapan di daerah pesisir dan aktifitas ke-Islam-an memainkan peranan penting dalam ‘syari’atisasi praktis’ kawasan itu. Saat itu perdagangan begitu menggantungkan asanya dari pedagang-pedagang Muslim. Sementara di pedalaman Minangkabau agen-agen Islamisasi menunjukkan kreatifitas secara alamiah dalam menyebarkan Islam. 

Masa perkembanganya sufisme begitu melekat dan mewarnai kehidupan lokal masyarakat di Minangkabau. Ajaran sufisme bagi masyarakatmemberikan ekses pada bentuk dan perwujudan yang lebih sesuai menganai Islam. Dimensi mistik dan batin dalam sufisme Minangkabau pada akhirnya membantu proses-proses penting Islamisasi. Sufisme menjadi komponen penting dalam penanaman makna ajaran-ajaran Islam dalam berbagai hal. Mulai dari aspek pendayaan jiwa manusia sampai bentuk-bentuk kebudayaan Minangkabau. 

Ajaran syariat kemudian didorong dan dimaksimalkan oleh aspek mistisisme sufistik. Syariat dan hukum Islam bagi msayarakat Minang telah memberikan pengaruh bagi kestabilan masyarakat ketika terjadi penyimpangan sebagai ekses dari keburukan perdagangan. Pada akhirnya tatanan masyarakat terbentuk dari komponen sufi, kader-kader surau, dan juga pemimpin tarekat, seperti Tuanku Nan Tua. Merekalah yang kemudian menjadi pemberi solusi terhadap masalah-masalah duniawi yang dihadapi masayarakat di Minangkabau. (Dari berbagai sumber/ ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV