Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Jejak Perkembangan Islam Maladewa

23 Maret 2018 - 20:16:18 | 679

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Republik Maladewa adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari kumpulan atol (suatu pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna) di Samudra Hindia dengan Ibu Kota Male. Penduduk Maladewa disebut orang Divehi. Mereka menamakan negara mereka Divehi rājje yang berarti Kerajaan Kepulauan. Berdasarkan etnisnya, penduduk Maladewa dibagi menjadi 4, yaitu Sinhalese, Dravida Arab, dan Afrika berkulit hitam. Hanya ada satu etnik minoritas di negara ini, yaitu Suku Indian.

Islam mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Maladewa, menjadi agama resmi semenjak 800 tahun lalu. Islam hadir di Maladewa sejak berabad-abad yang lalu. Agama ini dibawa oleh pedagang asal Timur Tengah dan Gujarat kemudian diterima luas oleh masyarakat pribumi dengan cukup mudah. Sejarawan Muslim terkemuka asal Maroko, Ibnu Battutah, mengungkapkan, pada 1153 Muhammad el Adil merupakan sultan pertama di Maladewa yang memeluk Islam setelah sebelumnya raja-raja di Maladewa memeluk agama Buddha. Bahkan menurut sumber lain, pada tahun 1344, Ibnu Batutah langsung diangkat sebagai hakim.

Beberapa nama sultan setelahnya, seperti Sultan Hatidje, Sultan Maryam, dan Sultan Fatma Dayin pun dikenal sebagai bagian dari Kesultanan Maladewa. Dari kesultanan Maladewa itulah wilayah gugusan atol ini kemudian secara mayoritas menjadi negara berpenduduk Muslim hingga kini. Nama Abul Barakhat al Barbari disebut sebagai penyebar agama Islam yang termasyhur di Maladewa. Pada 1153 M kesultanan pertama dibentuk dan sejak saat itu Islam menjadi agama nasional. Pada 1344 M Ibnu Batutah pernah bekerja sebagai hakim di negara yang dulunya disebut Dibajat ini.

Republik Maladewa merdeka dari Inggris pada 26 Juli 1965.Republik Maladewa adalah salah satu atau bahkan satu-satunya negara di dunia yang mendeklarasikan diri sebagai negara dengan penduduk 100 persen muslim. Pelaksanaan syariat Islam terasa di Kota Male hingga ke pulau-pulau.

Hukum Islam syariah yang dikenal di Dhivehi dengan sariatu membentuk aturan dasar yang disesuaikan dengan kondisi lokal penduduk. Salah satu contohnya adalah toko-toko dan pusat bisnis akan ditutup 15 menit sebelum masuknya waktu shalat dan dibuka kembali paling cepat 15 menit setelah shalat. Di hari Jumat yang merupakan hari penting bagi umat Islam, toko-toko dan perkantoran di kota dan desa tutup sekitar pukul 11.00 siang. 

Masjid-masjid didirikan dibanyak tempat termasuk di pulau yang berpenghuni. Masjid disana menjadi pusat kegiatan Islam. Ibu Kota Male saja, memiliki setidaknya lebih dari 30 masjid. Pada pertengahan 1991 Maladewa memiliki total 725 masjid dan 266 masjid bagi perempuan. Dapat kita bayangkan berapa masjid yang berdiri di Maladewa sekarang ini. (Dari berbagai sumber/ ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV