Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Mendinginkan Suasana Dakwah di Media Sosial

06 Desember 2017 - 22:01:04 | 124

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Banyak platform media sosial sekarang ini digandrungi banyak kalangan terutama generasi millenial. Semula fungsi media sosial sekedar untuk berinteraksi dengan orang lain dengan alasan terbatas oleh jarak. Dalam perkembangannya fungsi media sosial mengalami kemajuan, merambah pada sektor hiburan dan bisnis. Belakangan ini media sosila juga dijadikan sebagai media dakwah yang efektif menyasar kalangan muda. Facebook, Twitter, Instagram dan Youtube menjadi media favorit dalam menyebarkan dakwah. Isi kontennya yang disajikan pun bermacam-macam, mulai dari durasi pendek sampai dalam hitungan jam.

Tren dakwah melalui media sosial sekarang ini seakan menemukan momentumnya. Memudahkan para jamaah untuk belajar dan mengikuti kajian keagamaan tanpa perlu jauh-jauh mendatangi foum kajian. Momentum baik media sosial sebagai alat menyampaikan dakwah ternyata tidak diimbangi dengan sumberdaya yang memadai (dalam halini ustadz prnceramah yang mumpuni). Tidak sedikit mereka yang viral dan terkenal di media sosial adalah ustadz-ustadz yang ilmu agamanya kurang mumpuni dan terkenal karena kontroversi. Akibatnya adalah pemahaman yang kaku, keras, tekstual dan bahkan konservatif yang kemudian muncul. Gemar mengkafirkan dan menyalahkan orang atau kelompok lain yang memiliki pendapat berbeda menjadi imbas nyata.

Perdebatan pun akhirnya meramaikan media sosial,bukan dalam rangka membahas sumtansi yang diajarkan oleh agama tetapi soal remeh temeh mengarah pada fitnah dan kebencian. Bukan sebuah hal yang produktif berdampak baik hasilnya, justru sebaliknya. Wajah Islam dipertontonkan dengan garang penuh teriakan dan rajin mengkafirkan. Hasil kajian dari media sosial adalah muslim karbitan sebab ustadznya juga karbitan (jika buah matangnya dipaksakan). Ini merupakan fenomena memprihatinkan yang harus diakui secara jujur keberadaannya.

Dakwah di media sosial dengan rupa demikian membuat gerah, harus segera dibenahi agar tidak menimbulkan banyak masalah dengan faham salah dan salah faham. Fenomena ini harus segera ditanggulangi dengan cepat dan tepat agar dakwah di media sosial tidak memberi kesan galak. Jangan sampai Islam yang pada hakikatnya damai dan mendamaikan ditampilkan sebaliknya. Susana dakwah yang dipertontonkan di media sosial terkesan membuat gerah dengan segal kontroversi yang dilontarkan. Para ustadz-ustadz yang terkenal di media sosial bukalah jebolan pesantren yang berfaham moderat. 

Ketika anak-anak muda Nahdlatul Ulama bergerak memprakarsai siaran dakwah melalui media sosial dengan menggandeng kiyai pesantren menjadi kabar gembira. Sebab dengan begitu wajah dan suasana dakwah Islam di media sosial akan kembali sejuk. Benar saja setelah digagas sejak 2016 menampilkan kiyai pesantren tayang dimedia sosial ada suasana sejuk di media maya mulai menjalar. Bulan ramadhan 2017 menjadi salah satu puncaknya kesejukan di media sosial ditahun ini, jamaah bisa mengikuti ngaji dengan banyak pilihan. Tampilnya para kiyai pesantren di media sosial menjadi solusi mengatasi gerak ustadz-ustadz karbitan yang tidak teruji kredibelitasnya. (ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV