Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Nasib Pilu Rakyat Yaman di Tengah Pusaran Perang

14 November 2017 - 21:02:03 | 146

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Gelombang Arab Spring di akhir tahun 2010 telah membawa bencana kemanusiaan diberbagai negara di Timur Tengah. Bermula dari gelombang protes terhadap ketidak puasan kepada pemimpin dan pemerintah di masing-masing negara berlanjut menjadi perang saudra. Tidak jarang campur tangan negara lain dengan berbagai dalih menambah panas suhu konflik yang terjadi, tak ayal kehancuran demi kehancuranlah yang terjadi. Negara-negara yang terpapar gelombang Arab Spring seolah juga menjadi arena atau lapangan perang negara lain. Dendam atau permusuhan antar negara yang belum sempat usai, dilanjutkan di arena negara-negara tersebut.

Yaman menjadi salah satu negara yang mengalami nasib naas atas gelombang Arab Spring yang pertama kali di Tunisia pada Desember 2010. Seperti negara-negara Arab lainnya semula sebagian rakyat hanya menyampaikan protes dan menuntut Presiden Yaman saat itu, Ali Abdullah Saleh untuk turun dari jabatannya. Setelah protes-protes dilancarkan cukup lama dan Ali Abdullah Saleh akhirnya mundur, tercatat setidaknya ada 2000 jiwa warg sipil yang menjadi korban.

Turunnya Ali Abdullah Saleh pada tanggal 24 Februari 2012 dari kursi Presiden tidak lantas membuat semua menjadi aman dan terkendali. Ketidak stabilan Pemerintahan selama gelombang protes memberi celah Houthi yang beraliran Syiah untuk melancarkan rencana merebut kekuasaan. Ketidak sepahaman yang berujung konflik antara Pemerintah Yaman dengan kelompok Houthi sbenarnya sudah terjadi sebelum gelombang Arab Spring, dilatarbelakangi oleh perlakuan Pemerintah teradap warga Syiah berbeda dan tidak adil. Hal ini memicu terjadinya konflik sektarian antara Sunni yang berpihak kepada pemerintah dan Houthi sebagai representasi warga Syiah.

Perang saudara antar rakyat pun tidak bisa dihindarkan, kelompok Houthi semakin gencar melakukan serangan. Mereka bahkan berhasil mengahncurkan kantor berita milik pemerintah (2014) dan Istana Perdana Menteri (2015). Akibatnya Presiden yang menggantikan Ali Abdullah Saleh yaitu Abd Rabbo Mansour Hadi menyatakan mundur dari jabatan, setelah sebelumnya Perdana Menterinya juga mengundurkan diri dan telah digantikan. Mundurnya pemimpin pemerintahan ini mengakibatkan kekosongan kekuasaan dan kelompok Houthi kemudian mendirikan Pemerintahan, namun tidak mendapat dukungan maoritas warga Yaman.

Melalui bantuan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Abd Rabbo Mansour Hadi berhasil melarikan diri. Pada 24 Februari 2015 ia menarik pernyataan atas pengunduran dirinya, dan kemudian mengumumkan den sebagai ibu kota sementara Yaman. Ia juga meminta bantuan dari Arab Saudi dan negara-negara Teluk untuk memulihkan kekuasaannya di sana. Arab Saudi yang memang memiliki sejarah buruk dengan negara berpenduduk Syiah yaitu Iran menyanggupi permintaan Abd Rabbo Mansour Hadi. Kemudian Arab Saudi bersama koalisi menyanggupi permintaan itu sebagai mediator, namun akhirnya berlanjut melancarkan berbagai serangan udara untuk melenyapkan kelompok Houthi.

Keterlibatan Arab Saudi untuk mengembalikan kekusaan Abd Rabbo Mansour Hadi mendorong konflik semakin melebar. Dikabarkan Iran juga terlibat dalam perang ini, bahkan Arab Saudi menuding dalang peluncuran rudal balistik dari Yaman yang ditujukan untuk menyasar bandara bandara King Kahled adalah Iran. Konflik antara Arab Saudi dan Iran kembali memanas yang menjadikan Yaman sebagai lapangan melanjutkan kesumat dendam kedua negara yang memang belum berakhir. 

Rakyat Yaman menjadi korban, rumah mereka hancur, kelaparan dan terserang berbagai penyakit. Jumlah korban luka dan meninggal dari hari kehari semakin banyak. Tidak banyak negara yang peduli dengan apa yang terjadi di Yaman. Harga sebuah kemnusiaan murah sekali negeri ini, campaur tangan negara asing telah menyumbang atas luluh lantahnya Yaman. Diamanapun perang yang paling menyakitkan adalah korban. Mereka yang entah tahu atau tidak apa penyebab perang harus menerima kenyataan tiap hari mersakan kesengsaraan dan kelaparan. (ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV