Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Orang-orang Jepang Pemeluk Islam

17 Mei 2017 - 18:14:51 | 667

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Jepang memulai era Meiji atau Renaisan tahun 1868 M. Jepang menjadi salahsatu dari dua negara di Asia yang merdeka selaiain Kekaisaran Ottoman (Turki). Dua negara ini terus menerusndapat tekanan dari negara Barat. Didorong oleh kesamaan nasib akhirnya kedua negara menjalin hubungan persahabatan.

Dua negara ini kemudian saling bertukar kunjungan, hal ini secara otomatis turut membawa tradisi dan kebudayaan dari negara masing-masing. Kunjungan paling besar Kekaisaran Ottoman adalah misi yang dikirim oleh Abdul Hamid II (memerintah 1876-1909) ke Jepang di kapal Ertugrul. Kunjungan ini membawa lebih dari enam ratus perwira dan tentara yang dipimpin oleh laksamana Uthman Pasha pada tahun 1890.

Ketika misi sudah selesai dan bertemu dengan kaisar Jepang. Dalam perjalanan pulang, badai dahsyat menerjang kapal yang mebawa lebih dari 550 orang termasuk saudara laki-laki Sultan. Banyak sekali  yang meninggal dunia, Korban selamat akhirnya diantarkan oleh kapal Jepang ke Istanbul. Bencana ini membuat kedua belah pihak bersedih dan kehilangan. Para korban dimakamkan di lokasi kecelakaan dan sebuah museum didirikan tidak jauh dari lokasi kecelakaan. Setiap lima tahun di lokasi Jepang dan Turki masih memperingati peristiwa ini meskipun ada perubahan pemerintahan yang berurutan.

Stelah peristiwa bencana yang mengharukan tersebut seorang jurnalis muda Jepang dengan nama Torajiro Noda yang mengumpulkan sumbangan di Jepang untuk keluarga korban. Kemudian dia berangkat ke Istanbul untuk menyerahkan sumbangan ini ke pihak berwenang Turki. Disana dia bertemu dengan Sultan Abdul Hamid II, yang memintanya untuk tinggal di Istanbul.

Selama tinggal di Istanbul, Dia bertemu dengan Abdullah Guillaume, seorang Muslim Inggris dari Liverpool, Inggris yang mengenalkan Noda pada Islam. Setelah melalui diskusi panjang dan yakin bahwa Islam adalah kebenaran, Noda memeluk Islam. Dia berganti nama menjadi Abdul Haleem.

Abdul Haleem Noda bisa deisebut sebagai sebagai Muslim Jepang pertama. Tidak berseslang lama setelah itu, orang Jepang lain bernama Yamada pergi ke Istanbul pada tahun 1893 untuk memberikan sumbangan yang telah dikumpulkannya kembali ke keluarga para martir di Turki. Setelah dia beralih ke Islam, menjadi orang Jepang kedua yang memeluk Islam, dia mengganti namanya menjadi Khaleel, atau mungkin Abdul Khaleel. Dia tinggal di Istanbul beberapa tahun berbisnis dan menjalin hubungan persahabatan dengan Turki setelah pulang ke rumah sampai kematiannya.

Orang Jepang ketiga yang memeluk Islam adalah seorang pedagang Kristen bernama Ahmad Ariga. Dia mengunjungi Bombay, India pada tahun 1900. Pemandangan indah sebuah Masjid di sana menarik perhatiannya, dia masuk dan menyatakan pertobatannya kepada Islam. Selama periode ini, sejumlah pedagang Muslim India tinggal di Tokyo, Yokohama, dan Kobe, mereka dianggap sebagai komunitas Muslim pertama di Jepang. (worldbulletin/ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV