Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Pelaku Teror Insaf dan Menebar Kedamaian

05 Desember 2017 - 19:34:20 | 108

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Terorisme menjadi salah satu masalah yang cukup serius dihadapi oleh bangsa Indonesia. Hal ini terlihat dari jumlah narapidana kasus terorisme sejak tahun 2002 sampai sekarang mencapai 1.300 orang. Sejumlah 900 orang diantaranya sudah dibebaskan, 300 lainnya masih menjalani tahanan dan 100 orang masih menjalani proses persidangan. 

Korban pemboman di Indonesia tidak bisa dibilang sedikit, apa lagi jika diukur dalam nilai kemanusiaan. Kasus terorisme dari waktu ke waktu tidak kunjung habis dan seakan terus bergulir melahirkan aktor-aktor baru atau membangkitkan para mantan narapidana sebelumnya untuk melancarkan aksi teror. Terakhir kali kasus ledakan bom di Kampung Melayu, Mei lalu menjadi bukti dari masih berlanjutnya rentetan pilu terjadinya aksi teror di Nusantara.

Berkaitan dengan hal itu, tidak sedikit para mantan narapidana terorisme telah insaf, menyatakan kembali kepangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu merupakan buah kinerja dari berbagai elemen dan keberhasilan atas upaya deradikalisai. Dalam perkembangannya para mantan narapidana terorisme ini ikut bergerak bersama pemerintah menyadarkan kawan-kawannya yang tersesat dalam aksi teror. Diantara mereka itu adalah Ali Fauzi seorang yang ahli merakit sekaligus mentor peracik bom. Ali Fauzi adalah lulusan akademi Militer Noro Islamic Liberation Front (MILF) di Mindanao, Filipina. Nama lain yang juga mengambil jalan sama untuk insaf adalah Ali Imron,Zaenuddin Rasyid, Kurnia Widodo, Machmud Haryono,Amir Abdillah dan lainnya.

Mereka itu adalah orang-orang beruntung yang berkesempatan bertobat dan mengakui sempat tersesat jalan keliru terorisme. Berbagai profesi sekarang mereka geluti, kesempatan kedua untuk hidup damai dengan masayarakat lain mereka peroleh. Peran masyarakat juga menjadi sangat penting dalam upaya mendukung para mantan teroris ini insaf dan menjalani hidup lurus. Tidak hanya berhenti sebatas menjalani hidup normal ditengah masyarakat, mereka terlibat aktif mendorong kesadaran masayarakat akan bahayanya terorisme. Mereka juga membantu penegak hukum membongkar jaringan teroris yang masih ada dan menyadarkan kawan-kawannya yang masih tersesat.

Kesadaran mereka atas perbuatan (teror) yang salah itu diperoleh dari berbagai jalan. Ada yang karena bertemu dengan korban aksi bom, ada yang sebab ketulusan istri dan keluarga menjengauk selama dipenjara. Bahkan ada juga yang karena melihat perlakuan aparat hukum padanya, melihat aparat penegak hukum shalat tepat waktu dan puasa Senin-Kamis. Hal-hal sederhana seperti itu justru yang berpengaruh signifikan, jauh dari angan-angan bahwa mereka insaf karena faham ideologi mereka telah diruntuhkan dengan serangkaian debat dan lain-lain. Ternyata hati mereka sudah terketuk melihat kenyataan bahwa kekerasan bukanlah jalan yang benar dalam berjihad.

Sekarang mereka menjalini kehidupan agama dan berjihad dengan cinta. Mereka menjadi duta damai ditengah masyarakat, bahkan merka juga membuat sebuah yayasan sebagai wadah menyadarkan para mantan tahanan terorisme, agar tidak kembali masuk dalam lingkaran yang salah. Ini menjadi sebuah langkah penting untuk diapresiasi dan didukung. Jalan mewujudkan perdamaian merupakan jalan yang sangat panjang. Oleh karena itu terorisme harus dilawan bersama-sama. Mereka yang sempat tersesat didalamnya juga harus dirangkul diajak memerangi terorisme. (ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV