Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Penggila Marxisme yang Menjadi Mualaf Islam

07 November 2017 - 21:27:09 | 322

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Abu Ameenah Bilal Philips, merupakan seorang mualaf kelahiran Jamaika tahun 1946. Dalam masa pencariannya dia sempat menjadi penggila faham Maxis-Leninis dan komunisme. Sampai pada kahirnya menemukan hidayah dan memeluk agama Islam. Hidupnya kemudian diabadikan pada pendidikan Islam dengan menjadi guru, pembicara, dan penulis Muslim.

Bilal lahir di Jamaika di tengah keluarga intelek. Kedua orangtuanya merupakan guru, kakeknya bahkan seorang pendeta dan pakar Al Kitab. Ketika usianya masih muda, ia sangat suka bermain musik rock ketimbang memikirkan agamanya. Sampai ketika dia kuliah tertarik dengan politik mahasiswa. Hal itu membawanya terlibat dalam aksi mahasiswa. Ia pun kemudian belajar sosialisme kemudian tergila-gila dengan Marxis-Leninis. Ia pun kemudian menekuni sosial-pilitik hingga pergi ke California. Sampai suatu ketika dia kecewa karena melihat teman-temannya yang pecandu narkoba.

Setelah itu ia terpesona pada komunisme di China. Ternyata sosialisme rupanya mengakar kuat pada hati Bilal. Buah kegandrungannya itu membawanya untuk pergi ke Cina untuk mendapat pelatihan perang gerilya pendukung komunisme. Namun lagi-lagi dia dikecewakan lagi sebab melihat aktivitas yang tidak dia sukai dilakukan oleh pendukung komunis.

Penjelajahannya terhadap faham sosialis telah mengecewakannya, sampai akhirnya dia kembali ke Kanada. Disana dia mendengar temannya menjadi mualaf dan memeluk agama Islam. Penasaran dengan hal itu, dia mempelajarinya dan akhirnya terpesona pada agama yang dibawa Rasulullah. Ia pun memeluk Islam pada tahun 1972. Ia membaca banyak literatur Islam dan ada satu buku yang memberikannya banyak pengaruh bagi hatinya. Buku tersebut bertajuk “Islam; agama yang disalahpahami” karya Muhammad Qutb.

Tidak puas dengan yang ia pelajari, kemudian dia mempelajarinya ke Haramain, tanah kelahiran Islam. Universitas Madinah dan Universitas King Saud Riyadh, menjadi tujuannya mengambil gelar dalam Usoolud Deen (disiplin Islam) pada tahun 1979. Kemudian mengambil MA dalam teologi Islam dari Universitas Riyadh pada tahun 1985 dan menyelesaikan Ph.D., dalam Teologi Islam di tahun 1994

Setelah belajar dan menjdai pakar tentang Islam, Bilal tidak lantas berhenti begitu saja. Ia berbagi ilmu dan pengetahuannya di banyak negara. Ia menjadi guru di Riyadh, menjadi dosen di UEA hingga berdakwah di Filiphina. Kemudian dia juga membangun kampus sendiri dengan pengajaran online, yakni Islamic Online University yang berpusat di Qatar. Perjuangannya terhadap dakwah beliau terus berlanjut, juga menghasilkan karya. (Dari berbagai sumber/ ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV