Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Prinsip Moral Membangun Bangsa dalam Piagam Madinah

15 September 2017 - 22:18:23 | 49

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID – Berjalannya kehidupan berbangsa dan bernegara perlu batu pijakan yang kuat agar tidak mudah goyah dan ambruk. Hal itu yang membuat berbagai negara di dunia dari dulu berupaya membuat kerangka dan fondasi untuk dijadikan perinsip utama dalam membangun sebuah negara. Upaya membuat kerangka ini tak jarang membawa pada persaingan ideologi. Kita sendiri sekarang bisa menemui bentuk negara yang bermacam-macam, mulai dari monarki, republik, federal dan lain sebagainya. Perinsip atau kerangka dasar ini sangat penting bagi sebuah negara dalam mewujudkan cita-cita suatu bangsa.

Mengingat pentingnya prinsip moral ini, Islam sebagai agama universal telah memberikan patokan moral baik dalam Al-Qur’an maupun Sunnah. Selain dua hal itu juga dalam Piagam Madinah yang dihasilkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika membangun negara Madinah. Piagam Madinah sebagai sebuah konstitusi kala itu telah memuat hal yang sangat lengkap dansekarangpun  masih relevan untuk dijadian acuan atau pijakan. Piagam Madinah adalah produk konstitusi yang lahir melampaui zaman karena merupakan konstitusi pertama yang dikenal serta dipraktekkan umat manusia kala itu.

Berbagai keunggulan yang ada dan tertuang dalam Piagam Madinah tersebut, tidak berlebihan sekiranya kita menjadikannya sebagai perinsip moral dalam membangun bangsa sekarang ini. Ada lima perinsip moral hal yang termuat dalam piagam madinah yaitu persatuan, kebebasan, rasa kebersamaan, penegakan keadilan dan perdamaian. Lima hal ini merupakan aspek menadasar bukan hanya dalam upaya membangun bangsa tetapi juga menghargai kemanusiaan.

Pertama, prinsip persatuan. Merupakan perinsip penting, sebab tanpa ada persatuan tidak ada yang bisa kita lakukan. Perubahan dan cita-cita bangsa hanya bisa kita wujudkan jika sudah terjalin yang namanya persatuan. Tentu akan repot bila perseteruan terus terjadi sementara cita-cita bangsa dan negara berusaha diwujudkan. Kita telah melihat contoh bagaimana persataun umat diwujudkan dan negara Madinah dibangun. Persatua menjadikan masyarakat madinah menjadi bangsa yang tannguh.  Sebagaimana yang diungkapkan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah “ Tidak ada senjata yang lebih tajam dan lebih sempurna lagi selain persatuan”.

Kedua, prinsip kebebasan, merupakan bentuk penghormatan dan mengharagai perbedaan. Hal ini penting untuk mengingatkan kita sebagai manusia bahwa perbedaan adalah fitroh yang harus dijaga.  Memaksakan kehendak tidak dibenarkan menurut prinsip kebebasan ini. Ketiga, rasa kebersamaan, perinsip ini adalah modal kepedulian terhadap sesama yaitu bagaimana yang mampu membantu yang tidak mampu, yang kaya membantu yang miskin serta tolong menolong dalam berbagai hal.

Keempat, penegakan keadilan. Perinsip ini mengedepandkan ada keteraturan yang dimulai dengan cara mendudukkan siapa saja dalam posisi yang sama di depan konstitusi. Keteraturan ini yang dalam perjalanan berbangsa dan bernegara menjadi sangat penting. Sebab dengan keteraturan pembangunan sebuah bangsa dan negara akan bisa dijalankan dengan baik. Jika keadilan tidak bisa diterapkan yang terjadi nantinya adalah ketimpangan konsekwensinya adalah memicu kerusuhan. Bila sudah begitu pembangunan bisa dipastikan tersendat.

Prinsip terakhir atau kelima, perdamaian. Empat hal diatas jika sudah dapat dijalankan muara adalah perdamaian. Ini menjadi sebuah cita-cita dibentuknya bangsa dan negara. Jalan musyawarah tentu dikedepankan dibanding jalan kekerasan yang bisa menimbulkan banyak korban. Apalagi jika menilik tugas negara adalah untuk melindungi rakyatnya. Lima prinsip sangat ideal untuk dijadikan kerangka membangun kehidupan berbangsa dan bernegara lebih baik. (Dari berbagi sumber/ ZA) 





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV