Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Radikalisme Agama dan Janji Surganya

01 Juni 2018 - 15:09:58 | 311

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Fenomena paham ektrem dengan segala aksinya atau yang lebih dikenal dengan radikalisme, telah menjadi perbincangan hangat disemua kalangan masyarakat. Banyak ilmuwan dan cendekiawan mengatakan, munculnya radikalisme adalah dampak dari ketidakpuasan masyarakat terhadap berbagai problematika yang tak kunjung selesai, bahkan semakin menjadi-jadi. Persoalan tersebut bisa dari aspek sosial, hukum, politik, ataupun lainnya.

Secara umum radikalisme dicirikan dengan pemikiran atau sikap keagamaan yang tidak toleran, tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain, cenderung menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan, ciri menonjol lain dari radikalisme adalah muncul dari pemahaman agama yang esklusif. Banyaknya paham dan tindakan radikal didorong oleh pemahaman doktrin keagamaan yang salah atau sesat. 

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ir. H. M. Romahurmuziy M.T., menyampaikan, bahwa radikalisme yang paling berbahaya adalah radikalisme berlandaskan agama. 

"Radikalisme yang paling berbahaya di dunia adalah radikalisme berbasis agama," kata Alumni ITB itu saat menjadi pembicara di Palembang, Sabtu (9/9/2017). 

Menurut Romahurmuziy tindakan preventif dalam menangkal radikalisme adalah dengan mengamalkan Pancasila, yang merupakan common ground atau titik temu dari berbagai kalangan suku, lintas agama, juga pulau. Maka dari itu, Pancasila harus dijaga dengan mengembangkan ajaran Islam yang ramah dan merangkul. Dalam hal ini pemerintah dan masyarakat harus bisa bersinergi dalam mengaplikasikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri.

Lebih jauh pria yang akrab disapa Gus Rommy itu menjelaskan, radikalisme berbasis agama dilatarbelakangi oleh pada janji imbalan kepada para penyebarnya berupa surga. Sedangkan surga adalah tujuan hidup setiap umat beragama.

"Ketika orang mendapat imbalan surga, sementara setiap umat beragama tujuan hidupnya adalah surga, maka dia akan mau mengorbankan apa pun. Itulah kenapa tadi saya sampaikan, di Indonesia cara menghadapinya dengan meletakkan Pancasila dan NKRI sebagai kesepakatan sejarah yang bersifat final," tuntas putra pendiri IPNU, K.H. Tolchah Mansur tersebut. (Oky)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV