Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Ramadhan dan Pengendalian Diri Bermedia Sosial

24 Mei 2018 - 19:56:13 | 108

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID – Sekarang telah masuk bulan suci dan agung bagi umat Islam yaitu Ramadhan. Begitu masuk bulan ini selalu disambut dengan meriah serta suka cita, semaraknya begitu terasa. Di kampung-kampung menjelang puasa masyarakat menyempatkan berziarah kemakam keluarga, ada juga yang menyambutnya dengan mandi bersama di sungai serta banyak yang lainnya.

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus dari terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari. Tetapi melatih pengendalian diri meliputi berbagai asapek utamanya nafsu. Satu bulan dalam setahun umat Islam diwajibkan melatih diri mengendalikan nafsu. Ini menujukkan bahwa muasuh terbesar manusia adalah nafsunya sendiri, sebagaimana yang dikatakan Nabi Muhammad SAW jihad terbesar melawan nafsu. 

Seandainya kita semua menyadari itu mungkin tidak aka nada lagi kejahatan di dunia ini. Kerusakan yang terjadi tidak lain ulah nafsu yang tidak terkontrol sehingga tak segan tiap waktu mencaci, menggunjung bahkan sampai membunuh sesama manusia. Kejahatan dan kriminalitas banyak karena faktor kegagalan dalam pengendalian diri.

Menarik bila kita bisa membawa memomentum puasa dan pengendalian diri dalam media sosial. Apalagi dewasa ini perkembangan internet utamanya media sosial yang hari ini sekan menjadi tempat baru berinteraksi. Bagimana dibulan suci ini para netizen (penngguna media sosial) berprilaku dan memuasakan diri? Berkurangkah ujaran kebencian yang selama ini telah membanjiri timeline begitu masuk bulan puasa?. Kalau mereka mengaku Islam kenapa di bulan Ramadahn bulan suci masih bergentayangan hoax. Masih juga ada yang menghina dan mencaci ramai-rami dipertontonkan di media sosial. Kalau mereka mengaku sebgai umat gama lain, tidak ada satu agampun di dunia ini yang mengajarkan saling bermusuhan.

Sebagai umat Islam mari saling mengingatkan dibulan suci ini untuk melakukan pengendalian diri. Alangkah lebi baik diam jika tidak bisa berkata baik dimanapun itu termasuk media sosial. Kita gunakan media sosial kembali pada fungsi utamanya yaitu bersilaturrahmi. Puasakan jari kita untuk menyebar berita yang belum terverifikasi kebenarannya atau mengatakan hal-hal tidak baik. Dengan begitu kita sudah sedikit membantu membersihkan sosial media dari hal-hal tidak berguna. Kesadaran ini harus dilakukan bersama-sama yaitu para netizen. Semoga puasa kita benar-benar dapat membersihkan keruhnya media sosial dari otang-orang yang tidak bertangguang jawab. (ZA)






Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV