Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Relevansi Pancasila sebagai Ideologi Berbangsa dan Pedoman Bernegara

02 Juni 2018 - 15:20:15 | 460

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Hari Lahir Pancasila di Indonesia menjadi momentum penting. Selain sebagi tanda kedaulatan negara, hari lahir Pancasila juga menjadi spirit kebangsaan kita. Sehingga menjadi hal ihwal yang wajar jika Pemerintah menetapkan tanggal 1 Juni sebagai hari libur nasional. Dalam perkembangannya, Pancasila selalu menghadapi tantangan dari dalam maupun dari luar negeri. Upaya ilfiltrasi ideologi transnasional yang memiliki visi menggerogoti Pancasila terus terjadi tak terkecuali ideologi Komunis dan Khilafah yang keduanya memiliki kepentingan yang sama untuk mengganti ideologi Negara Republik Indonesia ini.

Secara internal kita dihadapkan pada dinamika sosial masyarakat yang fluktuatif dari segi ekonomi, sosial, budaya, hukum, dan keamanan. Sehingga disadari ataupun tidak, keberadaan Pancasila mulai terabaikan baik secara struktural maupun secara kultural pada diskursus-diskursus ruang publik masyarakat kita. Kondisi ini didukung oleh kemajuan teknologi informasi yang berkembang pesat, dan berimplikasi multidimensional. Hal ini berarti dampak teknologi informasi berimplikasi secara langsung pada perubahan berbagai aspek kehidupan, termasuk terhadap karakter generasi muda yang kini menjadi sorotan tajam dalam masyarakat. Ironisnya, persoalan yang muncul seperti meningkatnya hoax, ujaran kebencian, tindak kriminal, korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), kekerasan, kejahatan seksual, perpecahan masyarakat, kehidupan konsumtif, dinamika tahun politik, dan sebagainya sering menjadi diskursus ruang publik. 

Tampaknya bangsa ini, khususnya generasi muda telah dihadapkan pada dinamika perkembangan lingkungan strategis yang penuh dilema, tantangan hidup yang semakin kompleks dan diwarnai dengan fenomena terjadinya degradasi nilai-nilai luhur bangsa.

Upaya mendegradasi nilai-nilai luhur bangsa secara sistematis terus terjadi pada generasi muda. Hal ini karena pendidikan di Indonesia saat ini cenderung lebih mengedepankan penguasaan aspek kognitif, namun mengabaikan pendidikan karakter. Penerapan kaidah moral saat ini semakin ditinggalkan. Sebagian orang mulai tidak memperhatikan lagi bahwa pendidikan tersebut berdampak pada perilaku generasi muda. Dibutuhkan pendidikan karakter yang melibatkan berbagai elemen. 

Pendidikan pancasila diharapkan mampu menghadirkan karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas namun juga berkarakter. Pendidikan pancasila sangatlah penting bagi generasi muda Indonesia agar dapat terbentuk karakter yang unggul dan berakhlak mulia. Sehingga mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan dan santun dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Penghayatan nilai-nilai ideologi Pancasila sekarang ini sudah mengalami kemunduran dari tracknya. Berkaca dari realita kekinian (Jaman now), setelah era reformasi gaya hidup (ideologi) lain mulai berkembang pesat pada hal-hal yang penting dalam masyarakat Indonesia. Misalnya liberalisme yang mementingkan kebebasan individu menjadikan kebebasan yang terlalu bebas dalam berekspresi tanpa memikirkan orang lain, sehingga sering menimbulkan konflik interen dan ekstern antar masyarakat. Kemudian kapitalisme merasuki masyarakat, tidak hanya pada praktek kegiatan ekonomi, namun sudah merambah pada aspek politik. 

Lalu dimanakah relevansi Pancasila sebagai ideologi berbangsa dan pedoman bernegara? Harus diperhatikan secara seksama bahwa pentingnya peranan ideologi Pancasila untuk masyarakat Indonesia adalah Pancasila menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa, dalam hal ini Pancasila sangat relevan dengan spirit keberagamaan. Dimana negara memberi kebebasan terhadap seluruh rakyat untuk beragama sesuai dengan kepercayaan masing-masing. 

Bukti penting kedua adalah pancasila menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan dengan menjunjung tinggi dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan dan membudayakan kehidupan yang guyub (gotong royong) berupa saling bekerjasama dalam ihwal kebajikan. Bukti ketiga yaitu kondisi masyarakat Indonesia pada zaman dahulu bersifat kedaerahan, kaya suku bangsa dan bahasa. 

Bukti yang keempat adalah rakyat harus dipimpin oleh seorang pemimpin yang dipilih oleh rakyat. Dan bukti yang kelima adalah pancasila menjunjung tinggi nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, baik dalam bidang hukum, sosial dan budaya.

Ideologi pancasila sangat penting untuk kembali diterapkan sebagai norma yang menjadi pedoman hidup dalam bersikap. Sehingga masyarakat dan negara harus berusaha dengan keras dan sungguh-sungguh untuk memperbaiki moral bangsa Indonesia. Moral yang baik berdasarkan ideologi pancasila agar bisa mewujudkan tujuan dan cita-cita bangsa. Masyarakat berperan sebagai pemantau jalanya praktek penyelenggaraan negara, harus aktif dan kritis dalam menanggapi kebijakan pemerintah dan aktif dalam menyuarakan kepentingan umum. Para penyelenggara negara juga harus bertanggungjawab terhadap setiap kebijakan agar rakyat tidak merasa dirugikan. Begitulah pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan para pihak penyelenggara negara untuk dapat mewujudkan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945.

Memori kolektif kita harus mencamkan bahwa Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan kesepakatan politik para founding fathers (Titik temu, Kaalimatus sawa, miytsaqan ghaliyzha, ikatan yang kuat) ketika negara Indonesia didirikan. Nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam Pancasila sudah dipertimbangkan dengan baik supaya bisa sejalan dengan pandangan dan sifat bangsa Indonesia. 

Selain itu Pancasila juga mampu bersifat fleksibel terhadap perkembangan zaman. Jika ditelusuri lebih dalam Pancasila merupakan bentuk ideologi yang paling sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia. Pancasila menerapkan sistem demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. Maksud dari uraian di atas adalah Pancasila memperbolehkan atau memberikan hak kepada warga negara untuk menjadi pelaku ekonomi sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Namun dalam konteks berpancasila, bumi, air, dan kekayaan yang ada di dalamnya serta faktor-faktor produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara, dikelola sebaik-baiknya untuk kemakmuran rakyat.

Peranan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terletak pada bagaimana seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya. Penerapan nilai-nilai Pancasila diharapkan bisa diterapkan di seluruh aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, pendidikan, dan sebagainya melalui pendekatan nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis. 

Untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan maka kita pertama kali harus mengacu pada nilai dasar yaitu nilai yang ditetapkan oleh para pendiri negara yang berakar pada konteks keIndonesiaan kita berupa wawasan Nusantara sebagai basis identitas kita yang tidak boleh lekang oleh waktu. 

Selanjutnya adalah nilai instrumental berupa penjabaran dari nilai dasar yang relevan dengan tuntutan zaman. Terakhir yang menjadi pedoman pelaksanaan Pancasila adalah nilai praksis, Berupa aktualisasi dari nilai-nilai Pancasila. 

Peranan Pancasila yang diaplikasikan dengan penerapan nilai-nilai Pancasila akan berjalan dengan baik apabila tidak terjadi penyimpangan atau deviasi. Sifat alamiah itu dapat pula dikenakan pada ideologi Pancasila sebagai suatu realitas. Dinamika aktualisasi nilai Pancasila bagaikan pendelum (bandul jam) yang selalu bergerak ke kanan dan ke kiri secara seimbang tanpa pernah berhenti tepat di tengah sehingga seringkali aktualisasinya berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman. 

Pengaruh budaya asing banyak dikaitkan dengan mulai tergerusnya nilai-nilai Pancasila di era globalisasi. Akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), tidak ada negara yang mampu mengisolir diri dari pengaruh globalisasi. Demikian juga terhadap masalah ideology, Pancasila harus mampu menghadapi ideologi transnasional. 

Peranan Pancasila harus termanifestasikan pada peraturan perundang-undangan yang harus berpedoman pada Pancasila. Hal ini merupakan penerapan nilai instrumental Pancasila. Pada dasarnya setiap ketentuan hukum dan perundang-undangan, harus terbuka terhadap peninjauan, penilaian, dan pengkajian tentang keterkaitan dengan nilai dasar Pancasila. Peraturan perundang-undangan harus mencakup berbagai aspek kehidupan baik itu bidang politik, budaya, sosial, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya. Peraturan hukum yang sudah berlandaskan Pancasila harus dilaksanakan dan ditaati oleh semua warga negaranya. Pelaksanaan peraturan perundang-undangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini merupakan salah satu perwujudan dari nilai praksis Pancasila.

Peranan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga dapat diwujudkan melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila yang berwujud norma etik secara pribadi ataupun kelompok masyarakat sebagai pedoman bersikap dan bertingkah laku. Penerapan nilai-nilai itu misalnya Pada sila pertama tertulis “Ketuhanan Yang Maha Esa”, itu dimaksudkan kepada masyarakat Indonesia untuk wajib memeluk agama yang dipercayai dan tunduk terhadap ajaran agama, beribadah menurut keyakinan dan agama masing-masing, diwujudkan dalam lingkungan sosial masyarakat yaitu dengan sikap saling menghargai, menghormati, tolong menolong, dan peduli kepada sesama. Sikap-sikap tersebut merupakan contoh pengamalan sila pertama. Sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, memiliki arti bahwa kita harus berlaku adil terhadap masyarakatnya, dan mempunyai adab dalam memperlakukan siapapun tidak memandang Suku, Agama, Ras, Jabatan, dan Status Sosial Ekonomi.

Kemudian pada sila ketiga ditulis “Persatuan Indonesia” dimaksudkan supaya masyarakat Indonesia selalu bersatu teguh walaupun terdapat berbagai macam perbedaan Suku, Agama, Ras, dan Kebudayaan seperti prinsip “Bhineka Tunggal Ika”, yang berisi prinsip untuk hidup bersesuaian. Jika nilai sila ketiga ini benar-benar diaplikasikan dengan baik maka tidak akan terjadi perpecahan pada bangsa Indonesia. Setelah itu disila keempat juga tertulis “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” dalam kalimat ini terdapat makna bahwa siapapun para pihak penyelenggara negara harus lebih mementingkan kepentingan Negara dan masyarakat dan juga mengutamakan budaya musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan bersama. Apabila terjadi suatu permasalahan di lingkungan sosial dalam lingkup kecil atau dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada skala yang besar maka pengambilan keputusan akan dilaksanakan secara musyawarah untuk mencapai mufakat dan menghindari penggunaan kekerasan. Hal ini sejalan dengan sila keempat Pancasila yaitu nilai sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan. Kemudian yang terkhir pada sila kelima ditulis “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” yang bermakna bahwa seluruh rakyat Indonesia medapat jaminan keadilan sosial dari Negara dan pemerintah. Tujuannya agar rakyat merasa aman dan tentram. Untuk menerapkan nilai Keadilan social pada sila kelima maka dapat diwujudkan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban yang proporsional dan berkeadilan.

Oleh sebab itu, kita sebagai warga Negara Indonesia yang baik, harus memahami, menganggap penting Pancasila, serta mengimplementasikannya kedalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu tujuan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara Indonesia bisa terwujud. Selamat Hari lahir Pancasila. Semoga Pancasila senantiasa menjadi rumusan yang bermakna bagi kita semua. Karena sejatinya Pancasila adalah sebagai Ideologi Berbangsa dan Pedoman bernegara.


Oleh: Yogi Prima Danu, M.Si

Tenaga Ahli Fraksi PPP DPR RI





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV