Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Samanhudi, Perintis Organisasi Pergerakan Nasional

06 September 2017 - 17:16:55 | 122

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID – Samanhudi merupakan tokoh perjuangan dizaman penjajahan dan dianugrahi gelar sebagai Pahlawan Nasional pada 9 November 1961 M. Beliau dilahirkan di Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah, pada tahun 1868 M. Beliau hanya menamatkan pendidikan sampai sekolah dasar. Meskipun begitu beliau banyak menimba ilmu di beberapa pondok pesantren, diantaranya pesantren KM Sayuthy di Ciawigeban, pesantren KH Abdur Rozak di Cipancur, pesantern Sarajaya di Kabupaten Cirebon, pesantren Ciwaringin di Kabupaten Cirebon dan pesanten asuhan KH Zaenal Musthofa di Tasikmalaya.

Tidak hanya sebatas menimba ilmu di pondok pesantren beliau juga belajar agama di Surabaya. Proses belajar yang sedemikian panjang membuat penguasaan dan kedalaman ilmunya tidak bisa diragukan. Masyarakat bahkan biasa memanggil beliau dengan Kyai Samanhudi, Kyai merupakan panggilan khusus bagi mereka yang memiliki kedalaman ilmu agama. Disamping belajar agama beliau juga belajar bidang ekonomi yaitu perdagangan. Kemampuan dalam bidang perdagangan mengantarkan beliau untuk mendirikan Serikat degang Islam (SDI) bersama Tirto  Adhi Soerjo dan tokoh-tokoh lain di Solo pada tahun 1911 M.

Pemilik nama kecil Sudarno Nadi ini adalah mendirikan SDI dilatar belakangi oleh adanya persaingan tidak sehat yang terjadi. Persaingan tidak sehat ini dilatarbelakangi perlakuan pilih kasih kolonialisme belanda antara pedagang peribumi dengan pedagang Cina.  Kehadiran SDI disambut baik oleh berbagai kalangan, tidak hanya berkembang di Solo, kota- kota lain juga turut mendirikan. Cita-cita SDI yang bertujuan menyejahterakan para anggotanya menjadi motif utama sambutan baik tersebut, apalagi ketika itu mereka juga merasakan perlakuan tidak adil oleh pemerintah koloniali Belanda. Melalui SDI kekuatan pedagang-pedagang diwadahi dan disatukan untuk melawan kesewenang-wenangan.

Ketika usia SDI menginjak satu tahun, yaitu pada tanggal 10 September 1912, berganti nama menjadi Sarekat Islam (SI). Perubahan nama itu hasil dari dorongan anggota dan H.O.S Cokroaminoto. Status organisasi juga berubah menjadi partai politik, SI menjadi salah satau simpul pergerakan politik Islam di Nusantara. Samanhudi mnejabat sebagai ketua kehormatan bersama HOS. Cokroamainoto sebagai ketua ketika dibentuk pengurus pusat pada 18 Februari 1914 M.

Di bawah kepemimpinannya bersama HOS. Cokroaminoto SI berkembang sangat pesat. Anggota SI terus bertambah hingga mencapai 450.000 orang pada tahun 1918 M. Namun karena kesehatannya yang terus menurun, beliau mengurangi aktifitas dan keterlibatannya dalam SI tepatnya pada tahun 1920 M. Meskipun keterlibatannya di SI mulai dikurangi, perhatian serta semangat beliau terhadap perjuangan dan pergerakan nasional dalam mencapai kemerdekaan tidak pernah padam.

Sesudah kemerdekaan Indonesia diplokamirkan, beliau masih ikut dalam perjuangan  dengan membentuk Barisan Pemberontakan Indonesia Cabang Solo dan Gerakan Persatuan Pancasila demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hal itu berlanjut ketika terjadi Agresi Militer Belanda ke II, beliau turut serta membentuk Gerakan Kesatuan Alap-alap yang bertugas menyuplai bahan makanan untuk para tentara di garis depan pertempuran.

Samanhudi merupakan tokoh perintis dan pemimpin organisasi yang patut dijadikan teladan generasi sekarang ini. Spirit Islam terus beliau pegang dan mengantarkan beliau dalam medan perjuangan baik di organisasi ataupun dimedan pertempuran. Beliau adalah pejuang tanpa kenal lelah yang menghembuskan nafas terakhirnya di Klaten pada tanggal 28 Desember 1956 M. (Dari berbagai sumber/ ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV