Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Seni, Media Syiar Islam di Indonesia

10 Oktober 2017 - 21:42:31 | 56

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Seni memegang peran penting dalam persebaran agama Islam di Indonesia, khususnya ketika zaman Wali Songo. Lihat saja bagaimana Sunan Kalijaga mengakulturasi wayang dengan kecerdasannya kemudian menjadikan alat syiar Islam. Beliau bahkan membuat penokohan baru dalam pewayangan yaitu Punakawan. Ini artinya seni merupakan salah satu pintu masuk Islam ke Nusantara. Bagaimana Islam dikemas supaya bisa menarik penduduk pribumi Nusantara tanpa merusak esensi aqidah yang dibawa dari ajaran agama.

Seni merupakan sarana membumikan Islam agar lebih mudah dikenal masyarakat. Praktek yang demikian juga mendorong masayarakat nusantara waktu itu mudah memahami ajaran Islam. Dalam penggunaan seni sebagai sarana syiar Islam membuat pendakwah terkesan tidak menggurui. Tentu dengan perantara seni masayarakat kala itu lebih antusias, karena dakwah dilakukan dengan cara-cara menghibur. Buahnya kemudain, tidak sedikit yang simpati sampai akhirnya dengan sendirinya memeluk Islam dengan suka rela.

Para ulama masa itu menyebarkan Islam menggunakan seni sangatlah tepat. Lihatlah sekarang mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Islam kemudian tidak hanya dipraktikkan sebatas sayriat tetapi juga keseharian. Islam menyatu dengan adat istiadat, berkolaborasi dengan sangat indah. Tidak ada nuansa penihilan atau pembrangusan kekayaan budaya ketika Islam masuk di Indonesia.

Syiar ulama melalui jalan kesenian itu yang membuat wajah Islam di Indonesia menjadi unik dan khas. Fleksibelitas dan dinamisnya Islam tergambar jelas dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kini Islam Indonesia ini menjadi harapan dunia, untuk menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang ramah. Mengingat di belahan dunia lain ada segelintir orang yang mengatasnamakan Islam membuat kerusakan. Mereka yang segelintir itu telah mencoreng wajah Islam. Imbas dari yang mereka lakukan itu, menjadikan Islam dianggap sebagai agama teror. Padahal Islam sendiri tidak mengajarkan itu, justru sebaliknya Islam mengajarkan kedamaian. 

Dunia yang berkembang begitu cepat hari ini membawa tantangan sangat serius. Islam warisan para ulama yang disebarkan melalu jalan kesenian juga tengah menghadapi ujian. Kita tentu berharap Islam Indonesia tetap seperti yang diajarkan para Wali Songo yaitu Islam yang plural dan toleran. Kita tidak ingin merusak wajah Islam yang damai dengan perangai keras dan menyebarkan teror. Kita semua telah mengerti bahwa Islam harus diselami dengan rasa, bukan semata menggunakan dasar halal haram atau bid’ah kafir. Semoga kita semua termasuk orang yang selamat dan mampu mengejawantahkan esensi ajaran ulama Nusantara yang bersahaja, harmonis dan penuh kedamaian. (ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV