Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Sibawaih, Ahli Gramatika Bahasa Arab dari Persia

03 Januari 2018 - 19:28:18 | 510

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID – Sibawaih memiliki nama lengkap Amru bin Utsman al-Harits Abu Bashar beliau merupakan seorang ahli gramatika. Lahir pada tahun 760 M di Hamdan (sekarang Iran) dan meninggal di Shiraz, sekitar tahun 796 M (180 H). Beliau sangat terkenal dalam sejarah bahasa Arab, meskipun sebenarnya ia berasal dari bangsa Persia yang tidak bagus bercakap-cakap dalam bahasa Arab. Panggilan Sibawaih diambil dari bahasa Persia yang terdiri dari 2 pecahan kata, yaitu"sib" artinya buah apel, dan "waih" artinya wangi, jadi Sibawaih artinya wangi buah Apel.

Beliau dikenal seorang pakar tata bahasa bahasa Arab juga Imam para ahli Nahwu. Karya-karya beliau menjadi bukti kefasihan dan kedalaman ilmu yang dimilikinya. Karyanya yang berjudul Al-Kitab merupakan kitab tata bahasa bahasa Arab yang pertama kali dibukukan. Melalui karyanya ini diakui sebagai pakar bahasa Arab yang terbesar dan dianggap sebagai salah satu ahli bahasa terbesar sepanjang masa di antara para ahli bahasa di dunia. Ilmunya banyak diperoleh dari gurunya Al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi dan Yunus bin Habib, yang merupakan dua orang ahli bahasa.

Buah kecerdasan kedalaman ilmu Sibawaih, Al-Mubarrid selalu mengatakan kepada orang yang hendak mengkaji semua pendapat ulama sebelum dirinya, hendaklah mengkaji pendapat-pendapat Sibawaih. Tidak ada sedikit pun dasar dan kaidah dalam kitab Sibawaih yang diubah oleh generasi setelahnya. Hal itu menunjukan kepada kita bahwa betapa kaidah bahaa Arab sangat bergantung kepada pemakaian bahasa orang Badui.

Sibawaih telah meletakan dasar bahasa yang diperkuat oleh struktur kata dan logikanya. Ia menolak kerancuan logika yang muncul karena riwayat-riwayat yang lemah, palsu, dan tidak sejalan dengan logika bahasa. Beliau berpendapat jika orang berbicara dengan suatu bahasa hendaknya menggunakan kaidah umum dengan teliti. Bahasa jangan diselewengkan dari kaidah umum yang berlaku, khususnya bahasa Arab yang tumbuh dari berbagai dialek berbagai kabilah, yang satu sama lain jauh berbeda

Perjalanan hidupnya yang singkat beliau habiskan untuk mempelajari ilmu. Beliau pernah melakukan perjalanan ke Baghdad dan berdialog dengan al-Kasa’I. Khalifah al-Rasyid yang saat itu memerintah memberinya hadiah sebagai wujud penghormatan terhadapnya. Selain ke Baghdad, beliau juga melakukan perjalanan ke Khurasan untuk memperdalam ilmu nahwu pada Thalhah bin Thahir. Sampai akhirnya jatuh sakit dan mengantarkannya pada kematian. (ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV