Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Suluk, Jalan Sufisme Menuju Hakikat

24 Januari 2018 - 22:05:32 | 1397

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID – Kita sering mendengar istilah suluk tetapi kurang memahami apa maksudnya. Beberapa orang mengira interpretasi suluk dengan kesusastraan Jawa, sebagian lagi mengenalnya dalam dunia tasawuf. Kedua anggapan tersebut memang tidak keliru sebab memang dua-dua memiliki keterkaitan mengenai Istilah suluk. Dalam dunia sufisme suluk berarti menempuh jalan menuju hakikat (Allah), sedangkan dalam kebudayaan Jawa berrati tembang atau bentuk kesusastraan. 

Kata suluk berasal dari terminologi Al-Qur'an, Fasluki, dalam Surat An-Nahl ayat 69, yang berbunyi Fasluki subula rabbiki zululan, yang artinya “Tempuhlah jalan Tuhanmu yang dimudahkan bagimu…”. Beberapa ahli tasawuf memberi tafsiran lain terhadap ayat di atas. Diantaranya ada yang memberi arti “maka bersuluklah kamu…”, dan menjadikannya sebagai salah satu dasar bagi ajaran tasawuf.

Menempuh jalan suluk (bersuluk) berarti disiplin seumur hidup dalam melaksanakan aturan-aturan eksoteris Islam (syariat) sekaligus atur an-aturan esoteris Islam (hakikat). Bersuluk juga mencakup hasrat untuk mengenal diri, memahami esensi kehidupan, pencarian Tuhan, dan pen carian kebenaran sejati (Ilahiah), melalui penempaan diri seumur hidup dengan melakukan syariat la hiriah sekaligus syariat batiniah demi mencapai kesucian hati untuk mengenal diri dan Tuhan.

Seorang ulama Yaman kontemporer Syekh Muhammad Ali Ba'athiyah, melalui kitabnya as-Suluk al-Asasiyyah (2015: 2-3) menerangkan hakikat suluk adalah jalan yang ditempuh oleh seorang mukmin yang dilaluinya, baik pada waktu malam, siang, maupun pada seluruh waktu dan jam. 

Suluk dalam pengertian Jawa juga berkaitan dengan jalan menuju tuhan memlalui jalan kesusastraan. Sebagaimana dipraktikkan oleh Wali Songo dikenal kerap menggunakan suluk sebagai media dalam mendakwahkan Islam. Barangkali sebab masyarakat Jawa kala itu masih sangat akrab dengan sastra, para wali dengan ide cerdasnya menggunakan media suluk ketika berdakwah.

Diantara Wali yang banyak mengasilkan banyak karya sastra adalah Sunan Bonang. Diantanya adalah Suluk Wali, Suluk wragul, Suluk Wujil, Suluk Regol, Suluk Kaderesan, dan lain-lain. Ada pula Sunan Kalijaga seperti pada suluk terkenalnya, yakni Suluk Linglung. Dengan demikian suluk sejatinya tidak berdiri sendiri dengan pengertian terbatas, akan tetapi mencakup beberapa aspek sekaligus. Prinsip dasarnya adalah jalan, upaya menuju hakikat Tuhan. (Dari Berbagai Sumber/ ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV