Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Syeikh Sulaiman Ar-Rasuli Candung, Sang Benteng Akidah

12 Februari 2018 - 19:50:02 | 146

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Syeikh Sulaiman ar-Rasuli al-Minangkabawi atau ''Inyik Candung'' lahir di Candung, Sumatera Barat, 1287 H/1871 M. Ayahnya adalahAngku Mudo Muhammad Rasul, adalah seorang ulama yang disegani di kampung halamanya.

Beliau dikenal sebagai seorang tokoh ulama dari yang gigih mempertahankan mazhab Syafi'i. Karena kegigihannya itu beliau bahkan desebut sebagai benteng Akidah Aswaja-Syafi'iyah.

Syeikh Sulaiman ar-Rasuli bersama dengan dua sahabat nya Syeikh Abbas dan Syeikh Muhammad Jamil, serta sejumlah ulama membentuk organisasi bernama ‘Ittihadul Ulama Sumatera‘ (Persatuan Ulama Sumatera) pada tahun 1921. Tujuan dari organisasi ini adalah untuk membela dan mengembangkan paham Ahl al-Sunnah wa al-Jama‘ah madzhab Syafi‘i. Melalui organisasi ini diterbitkan majalah al-Radd wa al-Mardud sebagai sarana untuk menjelaskan serta mempertahankan paham Ahlussunnah waljamaah madzhab Syafi’i. Selang beberapa tahun dari pendirian ‘Ittihadul Ulama Sumatera‘, dibidang pendidikan Syeikh Sulaiman ar-Rasuli juga mendirikan Madrasah Tarbiyah Islamiyah Madrasah. 

Selain dikenal sebagai ulama besar Syeikh Sulaiman ar-Rasuli juga deketahui sebagai ahli masalah adat. Pengetahuan beliau mengenai persoalan adat diakuai secara luas oleh masyarakat. Beliau bahkan pernah diundang kerajaan Gunung Sahilan untuk menyelesaikan sengketa adat. 

Syeikh Sulaiman ar-Rasuli juga aktif di dunia politik. Beliau pernah menjadi salahsatu anggota Konstituante yaitu lembaga yang bertugas menyusun Undang-Undang Dasar yang lebih permanen, menggantikan UUD 1945 yang disusun sebagai UUD sementara menjelang kemerdekaan Republik Indonesia. Beliau terpilih dari sebgai anggota dari PERTI (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) dlam pemilihan raya, smapai kemudian dibubarkan oleh presiden Soekarno melaui Dekret Presiden 5 Juli 1959.

Syeikh Sulaiman ar-Rasuli wafat dalam usia 85 tahun, bertepatan dengan tanggal 28 Rabi‘ul Akhir 1390 H/1 Agustus 1970 M. Diperkirakan sekitar tiga puluh ribu hadir pada hari pengebumian beliau. Bendera Republik Indonesia dikibarkan setengah tiang selama 3 hari berturut-turut oleh Pemerintah dan rakyat Sumatera Barat sebagai bentuk belasungkawa dan penghormatan kepada beliau.

Hamka menilai Syeikh Sulaiman ar-Rasuli sebagai seorang ulama yang sangat gigih memperjuangkan kehidupan umat Islam. Perjuangan itu diwujudkan dengan cara mendidik bangsanya supaya lebih maju dan mampu melepaskan diri dari penjajahan.

Beberapa ahli sejarah mencatat bahwa Syeikh Sulaiman ar-Rasuli tokoh yang sangat disegani, bukan hanya oleh lawan tetapi juga lawan. Makanya sejak zaman penjajahan samapi kemerdekaan banyak pembesar dan tokoh Belanda maupun Indonesia bertamu kerumahnya. Disamping itu, memiliki banyak murid yang tersebar bukan hanya di Sumatera. Beliau juga produktif menulis dan wariskan banyak karya bagi genarasi penerus. (ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV