Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Teori-Teori Masuknya Islam di Nusanatara

04 April 2018 - 18:26:57 | 474

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID – Indonesia atau yang dulu dikenal dengan Nusantara merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Melihat realitas yang demikian tentu orang-orang akan bertanya kapan dan bagaimana Islam dapat diterima serta berkembang di Nusantara. Pertanyaan itu telah membawa sejarawan dan peneliti melakukan penyelidikan yang kemudian menjadi teori. Diantara mereka kemudian sampai pada sebuah titik bahwa banyak versi asal mula Islam masuk.

Kajian sejarah memang tidak memutlakakan satu teori dalam sebuah fenomena, sebab dalam penggalian sejarah butuh fakta-fakta yang konkrit. Jadi lahirnya banyak teori tidak menjadi masalah serius selama memiliki dasar. Hal ini juga terkait dengan sudut pandang dan kedalaman pengkajian melihat serta menelusuri fakta sejarah. 

Setidaknya ada lima teori masuknya Islam di Nusantara, Pertama Teori Gujarat yaitu teori yang mengusung pendapat bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad 13 M, dibawa oleh pedagang dari Gujarat (Cambay), India. Teori ini diusung oleh Pijnapel kemudian kajiannya dilanjutkan oleh orientalis terkenal yaitu Snouck Hurgronje. Pendukung lain teori ini antara lain , Fatimi, Vlekke, Gonda, dan Schrieke.

Kedua, Teori Mekkah atau Teori Timur Tengah yaitu teori yang mengusung pendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M, dibawa oleh pedagang dari Arab (Mesir). Sekarang ini teori ini memiliki kecenderungan untuk diyakini juga menandingi teori Snouck Hurgronje. Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka mendukung teori ini bersama dengan JC van Leur, Anthony H. Johns dan TW Arnold.

Ketiga, Teori Persia yaitu teori yang mengusung pendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia abad 13 M, dibawa oleh pedagang dari Persia (Iran). Dasar teori ini adalah kesamaan budaya Persia dengan budaya masyarakat Islam Indonesia. Pendukung teorinya PA Hoesein Djajadiningrat, Haji Muhammad Said, M Dahlan Mansur, dan Haji Abubakar Atjeh.

Keempat,Teori Cina yang meyakini bahwa Islam memasuki Indonesia bersama migrasi orang-orang Cina ke Asia Tenggara dan memasuki Palembang pada 879 atau abad 9 M. Hal ini berangkat dari sejarah Islam yang berkembang di Cina pada masa Dinasti Tang (618-905 M), dibawa oleh panglima muslim dari kekhalifahan di Madinah semasa era Khalifah Ustman bin Affan, yakni Saad bin Abi Waqqash. Pendukung teori china ini M. Slamet Muljana dan Sumanto Al Qurtuby (Tsabit Azinar Ahmad, Sejarah Kontroversial di Indonesia, 2016).

Kelima, Teori Maritim, sebuah teori yang berangkat dari kenyataan bahwa orang-orang Nusantara meruapak pelaut yang ulung. Menurut teori ini, Islam di Nusantara pada abad ke-7 M, dimotori oleh orang lokal sendiri yang ulung dalam bidang pelayaran dan perdagangan. Pendukung teori ini adalah N.A. Baloch yang menyebut bahwa para pelaut dan pedagang asli Nusantara bersinggungan langsung dengan para saudagar muslim, terutama yang datang dari Timur Tengah, khususnya Arab.

Sebenarnya masih ada teori-teori lain, namun argumen dan bukti-bukti yang dipaparkan tidak cukup kuat sehingga terpatahkan. Lima teori ini setidaknya bisa menjadi penambah wawasan kita bersama, sehingga kemudian menjadi batu pijakan untuk menggali lebih jauh mengenai Islam di Indonesia. (Dari berbagai sumber/ ZA)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV