Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Umar Bin Abdul Aziz Pengagas Kodifikasi Hadits

29 Agustus 2017 - 19:28:58 | 3112

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Umar Bin Abdul Aziz lahir dari keluarga bagi Amawiyah, keponakan dari Khalifah yang menjabat saat itu, Khalifah Abdul Malik bin Marwan. Umar bin Abdul Aziz bernama asli Abu Hafs Umar Ibn Abdul Aziz, ibunya bernama Laila Ummu Asim binti Asim. Umar bin abdul Aziz adalah  satu satu cicit Umar bin Khattab, dari jalur ibu.

Hadis merupakan sumber kedua dalam Islam setelah al-Qur’an. Pada masa Rasulullah, hadis melekat dalam memori para sahabat dan belum banyak ditulis, bahkan di awal-awal wahyu, hadis dilarang untuk dicatat karena khawatir bercampur dengan al-Qur’an. Setelah masa Nabi dan sahabat, terdapat kebutuhan yang lebih mendesak akan kodifikasi hadits. Karena selama ini hadits hanya tersimpan dalam ingatan para sahabat-sahabat dan hanya sedikit yang tertulis berceceran.

Kebutuhan akan hadits kian memaksa seiring dengan kekuasaan islam dan sebaran orang islam yang semakin besar. pada masa Intisyar riwayah il alamshar (penyampaian hadis ke berbagai wilayah) ini semakin banyak sahabat kecil dan tabiin yang menjadi pengajar agama Islam dan penyambung lidah Rasulullah, sehingga para pencari hadis dan cerita-cerita yang berkait dengan Rasulullah dicari dan dikumpulkan.

Kian hari dengan semakin besarnya kekuasaan Islam, Hadits berada dalam titik yang memperihatinkan karena rawan disalah gunakan. Penyalah gunaan ini menyangkut pembuatan Hadits palsu oleh orang-orang yang berkepentingan. Hadis palsu diproduksi dan dipengaruhi oleh situasi politik kekuasaan yang berlangsung.

Pada masa Umar bin Abdul Aziz menjadi Khalifah bisa dikata hampir tidak ada lagi Sahabat Nabi yang masih hidup dan bisa mengajarkan Hadits, hal ini membangkitkan ingatannya ketika  masa-masa kecil di Madinah merupakan proses refleksi dan perenungan Umar bin Abdul Aziz mengenai bagaimana pencarian hadis seharusnya dilakukan. Sehingga ketika dia diangkat sebagai khalifah, salah satu gebrakan yang muncul adalah melakukan tadwin Hadits resmi dari Negara. Dengan menginstruksikan kepada Abu Bakar bin Muhammad bin ‘Amr bin Hazm, Gubernur Madinah ketika itu untuk menulis hadis. Perintah itu berbunyi “Perhatikanlah atau periksalah Hadis-hadis Rasulullah saw, kemudian tulislah! Aku khawatir lenyapnya ilmu dengan meninggalnya para ulama; dan janganlah engkau terima kecuali Hadis Rasulullah saw.” (Dari berbagai Sumber/Dze)





Login Member

Kumpulan Rubrik



Rubrik Hukum
       Konsultasi Hukum
       Pos Pengaduan Publik
Rubrik Agama
       Hikmah
       Kajian Kitab
       Khazanah
       Khotbah
       Tokoh Tokoh Islam
       Konsultasi Agama
       Doa Harian
       Humor
       Kabar Islam
Rubrik Organisasi
       KTA Online
       Konsultasi Organisasi
Rubrik Seni
       Film
       Musik
       Acting
Ruang Usaha
DPLN (LN)
Bela Negara
Teknologi Tepat Guna
Hijabers dan Fashionista
Petiga TV