Wacana Tolak Impor Prabowo Tak Realistis, Mostofa Assegaf : Pengetatan Impor Lebih Penting

165
PPP
Foto : Istimewa

http://PPP.OR.ID , Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PPP, Mustofa Assegaf menyebut bahwa wacana tolak semua impor yang disampaikan Calon Presiden Prabowo Subianto tidak mungkin bisa dilaksanakan. Karena masih banyak bahan yang masih belum dipenuhi sendiri dari dalam negeri.

Namun ia dia setuju jika ada pengetatan impor, bukan menolak semua impor. Karena pengetatan ini akan berdampak pada perbaikan neraca perdagangan Indonesia yang saat ini masih negatif.

“Banyak bahan baku untuk industri yang saat ini masih belum dipenuhi sendiri dari dalam negeri, sehingga masih perlu impor. Jika impor itu semuanya di-stop, maka akan sulit memenuhi industri, terutama industri yang sangat diperlukan masyarakat,” kata Mustofa, Selasa (6/11/2018).

Mustofa menyebut, hal yang perlu mendapatkan perhatian saat ini adalah bagaimana mengetatkan impor, terutama barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Ia mencontoh adalah barang mewah dan barang yang sebenarnya bisa dipenuhi dari dalam negeri, seperti buah-buahan dan lainnya.

“Pengetatan impor diperlukan agar negara perdagangan kita tidak selalu negatif dan mata uang rupiah bisa menguat,” kata Mustofa.

Menurut Mustofa, banjirnya impor yang tidak diimbangi dengan ekspor ini membuat mata uang rupiah mengalami pelemahan. Ia yakin, jika pemerintah sangat selektif melakukan impor, maka akan berdampak pada penguatan rupiah.

Apalagi jika sampai neraca perdagangan Indonesia bisa surplus atau nilai ekspor lebih besar dibanding impor.

Mustofa menyebut sebenarnya ada sejumlah barang yang sebenarnya tidak perlu diimpor. Selain buah-buahan, ada kosmetik, dan bahan baku untuk industri yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan masyarakat Indonesia. Pengetatan ini diperlukan hingga neraca perdagangan semakin membaik. (Sk)