Wasekjen PPP: Eksekusi Mati Terpidana Kasus Narkoba di Era Jokowi

55
PPP
Wasekjen PPP, Achmad Baidowi. Foto: Ist

PPP.OR.ID, Jakarta – Penangkapan Andi Arief atas kasus narkoba beberapa hari lalu menuai kontroversi. Andi Arief yang merupakan kader partai Demokrat dan masuk ke dalam jajaran Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, dinilai sebagai korban dari kegagalan pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba oleh Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono.

Tak pelak hal tersebut memancing komentar Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Achmad Baidowi yang merupakan Wakil Sekjen Partai Persatuan Pembangunan. Achmad Baidowi menilai pandangan Arief Poyuono keliru. Tidak semua hal yang merugikan kelompoknya atau merugikan bagian dari masyarakat adalah kesalahan pemerintah. Bahkan sembari berseloroh, Wasekjen PPP itu menyebut, jika nanti ada orang yang telat menikah disebut juga sebagai kesalahan Jokowi.

Pasalnya, Arif Poyuono perlu melihat secara objektif, bagaimana pemberantasan narkoba di era pemerintahan Jokowi. Baidowi mengingatkan perihal eksekusi terpidana mati kasus narkoba, yang justru diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo. Ketegasan sikap ini menurut Baidowi, sekaligus membuktikan bahwa Jokowi tidak main-main dengan barang haram narkoba.

Lucu rasanya, ketika anggota penting di BPN Prabowo-Sandi tertangkap narkoba, kemudian mengkambinghitamkan pemerintahan Jokowi. Baidowi justru mempertanyaan “keberadaan” Arif Poyuono sebagai rekan satu koalisi, yang tidak mengingatkan ataupun menjaga pergaulan para koleganya agar tak terjerat narkoba. (sk)