Wasekjen PPP: PPPK Bentuk Perhatian Negara kepada Guru Honorer

221
PPP
Foto : Istimewa

http://PPP.OR.ID , Jakarta Wakil Sekjen PPP, Ahmad Baidowi menanggapi Peraturan Pemerintah 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dianggap solusi terbaik bagi guru honorer yang ingin menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Menurutnya, selama ini mayoritas guru honorer terhalang batasan usia pelamar CPNS sebagaimana diatur UU 5/2014 tentang ASN.

Dalam UU 5/2014 disebutkan bahwa batas maksimal usia pelamar CPNS adalah 35 tahun.

“Selama UU ASN belum direvisi terkait usia, maka tenaga honorer yang usianya di atas 35 tahun nasibnya tidak pernah terperhatikan,” ujar Baidowi, sapaan akrabnya seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Senin (3/12).

Diakuinya memang kebijakan itu tidak bisa memuaskan seluruh guru honorer.

“Paling tidak, ada perhatian negara terhadap mereka yang mengabdi kepada negara selama puluhan tahun,” tukasnya. (Sk)