Waspadai Modus Baru TPPO, Anggota DPRRI F-PPP Minta Isu ‘Kerja Paksa’ Segera Dikonfirmasi

133
PPP
Lena Maryana, Anggota Komisi 1 DPR RI F-PPP . (Foto : Istimewa)

http://PPP.OR.ID , Jakarta – Kabar mengenai adanya dugaan ratusan mahasiswa asal Indonesia di Taiwan yang ‘dipaksa’ bekerja di sejumlah pabrik setempat harus disikapi secara serius. Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), Lena Maryana, meminta Pemerintah segera mencari tahu kebenaran peristiwa tersebut.

“Kabar itu harus secepatnya dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait,” kata Lena, Kamis (3/1/2019).

Urgensi untuk memperjelas peristiwa ini berkaitan dengan modus baru Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Sebab, menurut Lena, bila benar peristiwa ini terjadi, semua pihak harus mewaspadai modus ini sebelum menjalin kerjasama pendidikan di luar negeri.

“Kerja paksa dengan iming-iming beasiswa itu merupakan modus baru TPPO, jika benar terjadi,” ujarnya.

Menurut Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), selama ini modus TPPO umumnya berupa migrasi tenaga kerja, iming-iming bekerja di pabrik atau di toko dengan gaji besar.

Dan bila peristiwa “kerja paksa” di Taiwan itu terjadi, ini menunjukkan bahwa TPPO juga dapat terjadi dengan modus beasiswa pendidikan di mana modus ini belum sepenuhnya disadari oleh pihak yang mempunyai peran dan fungsi terkait pencegahan TPPO.

Munculnya kabar mengenai peristiwa ini menunjukkan fakta bahwa minat Warga Negara Indonesia (WNI) untuk mengakses pendidikan di luar negeri cukup tinggi.

“Sehingga boleh jadi, minat yang tinggi tersebut malah menjadi salah satu peluang terjadinya TPPO  dengan modus iming-iming beasiswa,” katanya.

Seperti diberitakan, ratusan mahasiswa asal Indonesia diduga “dipaksa bekerja” di sejumlah pabrik di Taiwan oleh pihak universitas tempat mereka berkuliah.

Diduga mereka yang mendapatkan iming-iming beasiswa hanya berkuliah pada Kamis dan Jumat setiap pekan. Sedangkan pada Senin sampai Rabu, mereka bekerja di pabrik dari pukul 07.30 pagi hingga 19.30 malam. (rel/Sk)