Hari Pahlawan 2022, GMPI: Santri Jaga Perjuangan Pahlawan dengan Kegiatan Produktif

Jakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Achmad Baidowi menyampaikan ucapan selamat hari pahlawan. Hal itu disampaikannya dalam Talk Show Harlah GMPI ke-29 di Gedung Nusantara I DPR RI, Kamis (10/11).

Pria yang akrab disapa Awiek ini berharap para santri selalu mengenang jasa-jasa para pahlawan. Salah satu cara mengenai jasa-jasa mereka adalah dengan mengisi kegiatan-kegiatan produktif.

“Tentu kita harus menjaga perjuangan pahlawan dengan cara mengisi kegiatan produktif. Di antara kegiatan produktif ini adalah Talk Show Harlah GMPI ke-29 yang mengangkat tema spirit hari pahlawan santri sanggup mengatasi tantangan di era digital,” ujar Awiek.

Dikatakannya, saat ini dunia sudah serba digital. Bahkan, masyarakat sekarang sudah banyak menggunakan perangkat digital yang sempurna.

“Bagaimana santri bisa melewati dinamika sosial yang berkembang hari ini bisa beradaptasi. Apalagi, media sosial sekarang seperti pisau kepala dua, yaitu membawa dampak positif dan dampak negatif,” terang Sekretaris Fraksi PPP DPR RI ini.

Sekretaris Jenderal DPP PPP Arwani Thomafi mengapresiasi kegiatan Talk Show yang digelar Pimpinan Pusat GMPI ini. Terlebih, tema talk show yang diangkat seputar “Santri Sanggup Mengatasi Tantangan di Era Digital.”

Arwani kemudian menceritakan perjuangan para santri dahulu yang ikut perang melawan penjajah. Dengan alat seadanya dan semangat juang yang tinggi, para santri tidak gentar sedikit pun.

“Santri dengan semangat daya juangnya yang tinggi, soliditas yang luar biasa, bisa mengalahkan sekutu, sampai terbunuhnya jenderal malabi. Itu diawali dengan resolusi jihad pada bulan Oktober sebelumnya,” jelas anggota Komisi I DPR RI ini.

Santri di era digital, kata Arwani, bukan hanya sebagai penikmat konten, melainkan juga sebagai produsen konten di media sosial. Tidak mengherankan jika konten yang diproduksi kalangan pesantren di platform media sosial meningkat.

Pegiat Media Sosial Abdul Malik menambahkan, di era digital banyak peluang santri bisa tampil dan mengisi ruang-ruang media sosial. Hal ini supaya media sosial diisi dengan konten-konten keagamaan, bukan seperti konten kebaya merah dan lainnya.

“Smartphone jangan hanya digunakan untuk nonton dan telpon, kita gunakan untuk mendorong produktifitas di medsos. Masih banyak peluang kita mendorong dunia maya dengan aktifitas keagamnaan, jangan cuma sambo, kebaya merah,” katanya.

Talk Show ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Harlah GMPI ke-29. Kegiatan lainnya seperti Lomba Futsal Tingkat Jabodetabek, Lomba Cover Lagu Syubbanul Wathon, Beauty Class, Webinar bersama Duta Besar dan Diplomat, serta acara puncak pada 30 November 2022.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

INSTAGRAM

IKUTI KAMI

311,880FansSuka
55,644PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

TERKINI