Legislator minta Pemerintah pastikan harga pangan tak naik di Ramadhan

Kabupaten Bogor (ANTARA) – Anggota Komisi VI DPR Elly Rachmat Yasin meminta Pemerintah memastikan harga pangan tidak melambung tinggi saat Ramadhan dan Idul Fitri, sehingga tetap terjangkau untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami mendesak Pemerintah memastikan ketersediaan pangan untuk memenuhi kebutuhan selama bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2022 dengan harga terjangkau,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Bogor, Rabu.

Dengan kepastian Pemerintah agar harga pangan tidak naik, lanjutnya, maka masyarakat tidak akan menanggung beratnya kenaikan harga bahan pokok, karena jumlah masyarakat miskin di Indonesia masih terbilang banyak, yakni mencapai 26,5 juta jiwa.

“Kami mendesak Pemerintah agar saling berkoordinasi dalam modernisasi dan revitalisasi sistem dan manajemen ketersediaan bahan pokok nasional,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR Achmad Baidowi menyinggung pembentukan panitia kerja (panja) di Komisi VI dan Komisi VII DPR terkait kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng.

“Dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Perdagangan, PPP sudah menyampaikan sikap, yaitu mengusulkan dibentuk Panja untuk menginvestigasi kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng,” tukasnya.

Hal itu disampaikan dalam Seminar Fraksi PPP DPR tentang “Jelang Ramadhan, Akankah Harga Sembako Menyusul Minyak Goreng?” yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (29/3).

Di acara serupa, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Rusli Abdullah mengatakan volatilitas harga-harga sembako menjelang Ramadhan masih terjadi, sehingga Pemerintah harus terus mengawasi khususnya pada H-1 Ramadhan dan H-2 Idul Fitri.

“Pemerintah harus menerapkan kebijakan-kebijakan strategis untuk mengatasi kenaikan harga ini, yaitu penetapan harga ecer tertinggi (HET), kemudian diiringi dengan kebijakan pendamping lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan tersebut tidak terlepas dari kenaikan harga pangan dunia.

“Salah satunya disebabkan oleh harga pangan dunia yang meningkat, setidaknya tertinggi dalam waktu lima tahun terakhir,” ujarnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

INSTAGRAM

IKUTI KAMI

313,184FansSuka
49,957PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

TERKINI