PPP Minta Pemerintah Waspada dan Tak Panik Hadapi Ancaman Tren Kenaikan Kasus Covid-19

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Anas Thahir meminta pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lonjakan kasus Covid-19 akhir-akhir ini.

“Kita lihat ada tren kenaikan kasus, di beberapa daerah (kenaikan) cukup signifikan, keterisian rawat inap rumah sakit di 43 kabupaten/kota meningkat termasuk di Wisma Atlet. Ini jadi lampu kuning bagi pemerintah,” jelasnya.

Anas mengimbau pemerintah tidak boleh lengah dengan adanya tren kenaikan tersebut, bahkan kenaikan kasus sudah terjadi di Eropa dan beberapa negara tetangga. Walaupun begitu ia juga meminta pemerintah tidak panik dalam merespon tren peningkatan kasus Covid 19.

“Kami kira pemerintah bisa menimbang kembali kebijakan-kebijakan pelonggaran yang saat ini berjalan. Serta yang paling penting adalah satgas yang selalu siaga mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” jelasnya.

Selain itu, menangani tren kenaikan kasus harus ada evaluasi dan proyeksi yang jelas, seperti meninjau kembali penerapan PPKM di daerah-daerah.

“Harus dicek betul data di daerah, apakah ini (PPKM) level 1 atau 2 dan seterusnya. Jangan sampai keliru, sehingga menyebabkan masyarakat lengah terhadap ancaman Covid,” jelasnya.

Anas juga meminta pemerintah mewaspadai adanya kemungkinan masuknya varian-varian baru dari luar negeri yang saat ini sudah muncul di negara-negara lain.

“Baik itu orang yang habis dari perjalanan luar negeri atau tamu, wisman dan lainnya yang akan masuk ke Indonesia harus benar-benar discrening dengan benar. Agar jangan sampai lolos varian-varian baru itu ke negara kita,” katanya.

Ia berpendapat tidak ada jalan lain agar Indonesia bisa terbebas dari Pandemi ini selain kesadaran menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan percepatan program vaksinasi.

“Terutama penerapan syarat vaksinasi untuk masyarakat agar bisa melakukan aktivitas di luar rumah. Orang belum vaksin tidak boleh keluar rumah, ke mall, jalan pakai pesawat, kereta bahkan bus. Ini akan memaksa secara tidak langsung masyarakat untuk melakukan vaksin” jelasnya.

Menghadapi tren kenaikan kasus ini ia juga mengimbau kepada masyarakat agar menyadari bahwa Covid-19 belum berakhir dan harus terus meningkatkan kedisiplinan terhadap penerapan protokol kesehatan.

“Masyarakat harus tetap waspada, namun tidak perlu panik berlebihan, intinya adalah tetap memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan menghindari kerumunan,” jelasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

INSTAGRAM

IKUTI KAMI

313,185FansSuka
49,957PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

TERKINI