Hadapi Pemilu 2024, Kader PPP Siap Kuasai Teknologi Digital

JAKARTA – Jelang Pemilu serentak 2024 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai berbenah. Salah satunya adalah persiapan menguasai teknologi digital.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Bidang Keanggotaan dan Kaderisasi H Syaifullah Tamliha di Banjarmasin mengatakan, hingga kini, masih ada keluhan dalam proses pemungutan suara lantaran kader tak menguasai teknologi

Partai berlambang Kabbah ini menurutnya sudah saatnya menyiapkan infrastruktur maupun sumberdaya manusia yang melek teknologi internet, baik di tingkat pusat hingga pelosok kecamatan, kelurahan dan desa.

“Kita sudah memberikan laptop ke cabang, sesuai kemampuan, agar kader kita memahami dunia digital dan sistem Pemilu yang kini menggunakan pengisian data online berbasis aplikasi,” ujarnya, Senin (22/11/2021).

Kesiapan sedari awal itu dianggap penting, karena dikhawatirkan bila pandemi Covid-19 ini tak berakhir hingga pelaksanaan Pemilu 2024, baik Pemilu Legislatif (Pileg), Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres) bakal menggunakan pola pemilihan secara online.

“Kita harus siap menghadapi pertarungan politik di 2024 mendatang, yang mengharuskan kader partai pandai bermain teknologi informasi dan komunikasi,” kata Tamliha.

Tamliha pun wanti-wanti dengan pengurus dan kader PPP di daerah, agar mereka siap menguasai teknologi informasi dan komunikasi, karena pemerintah pusat dan DPR RI menghadapi pandemi Covid-19 ini mempercepat era digitalisasi itu di 2024.

“Semula dunia digitalisasi ini akan tuntas 10 tahun, dari 2020 sampai 2030, namun karena ada Covid-19, ini memaksa pemerintah mempercepatnya di 2024 mendatang,” terangnya.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP ini menambahkan karena digitalisasi itu dipercepat prosesnya, sehingga tidak menutup kemungkinan bila pandemi Covid-19 belum berakhir, maka Pemilu 2024 bisa saja akan menggunakan jasa online.

“Kalau itu diterapkan, artinya pemilih tidak perlu datang ke TPS, tapi cukup melalui ponselnya untuk menentukan pilihan,” imbuhnya.

Tamliha meminta kader dan pengurus menyikapi perkembangan zaman ini, karena bila itu diterapkan di 2024, maka ini jadi tantangan bagi kader dan pengurus partai termasuk PPP agar menuntaskan kesiapan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di era digitalisasi ini.

Disebutkannya pemerintah sudah membangun jaringan internet, baik dibawah permukaan laut maupun di daratan, tujuannya agar masyarakat bisa menikmati fasilitas internet di era digitalisasi ini kedepannya.

“2024 mendatang diharapkan daerah yang masuk 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan), itu sudah 100 persen dapat menikmati fasilitas internet,” terangnya.

Karena itu melalui muscab ia mengungkapkan selain memang PPP memang harus melakukan evaluasi struktur kepengurusan partai periode 2021-2026, maka pihaknya juga menginginkan kader yang duduk menjadi pengurus partai itu komposisinya 40 persen berusia lebih 50 tahun dan 60 persen berusia dibawah 50 tahun disebut kalangan melenial, selain itu harus menguasai teknologi informasi dan komunikasi.
(*)

Sumber: Tribun

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

INSTAGRAM

IKUTI KAMI

313,183FansSuka
49,967PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

TERKINI