Mbah Moen Istiqamah di PPP, Teguh Minta Sanad Perjuangan Tidak Boleh Putus

Kendal – Ketua DPC PPP Kabupaten Kendal, Abdul Syukur meminta jajaran kader partai berlambang ka’bah untuk istiqamah berjuang bersama PPP sebagaimana KH Ahmad Thoyfur dan KH Maimoen Zubari, “Simbah Maimoen adalah tokoh yang selalu istiqamah bersama PPP,” ucapnya.

Syukur menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan pembukaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dapil 5 (Kecamatan Weleri, Ringinarum dan Gemuh) di Pondok Makan Kabar-kabari, Weleri Kendal, Kamis (16/12/2021).

Lebih lanjut Syukur mengungkapkan, dalam sebuah kesempatan dirinya sempat bertanya kepada salah satu putra Mbah Moen, yakni H Taj Yasin Maimoen tentang tujuan Mbah Moen berangkat haji tiap tahun.

Dia katakan, oleh Taj Yasin dijawab secara religius sekaligus diplomatis khas ala ulama yang negarawan, “Abah (Mbah Moen) itu pengen meninggal dekat dengan ka’bah, lambang partai persatuan pembangunan,” tuturnya menirukan.

Menegaskan hal senada, Ketua Majlis Pembina DPC PPP Kendal, Teguh Suhardi berpesan agar para kadernya agar estafet perjuangan umat islam sejak zaman kolonial jangan sampai putus, “Sanad perjuangan tidak boleh putus,” tandasnya.

Dia lantas menjelaskan, tokoh Islam Indonesia selalu terdepan dalam berjuang mengusir penjajah dari bumi pertiwi Indonesia. Dia juga menyebut salah satu perjuangan yang monumental adalah resolusi jihad KH Hasyim Asy’ari yang kini diperingati sebagai Hari Santri Nasional.

“Resolusi jihad bukan hanya menggerakkan umat islam, tapi semua rakyat Indonesia. Itu semua berkat tokoh-tokoh islam,” tegasnya.

Dia melanjutkan, perjuangan selanjutnya muncul partai islam dan pada masa orde baru pada tahun 1971 difusi menjadi satu oleh Presiden Suharto, “Jadi partai ini (PPP) membawa sanad perjuangan umat islam sejak zaman penjajahan,” tegasnya.

Teguh juga mengingatkan bahwa partai islam sesungguhnya untuk mewujudkan keadilan bagi semua rakyat Indonedia, juga untuk memberikan payung hukum terhadap aktivitas umat islam salah satunya pesantren, “Undang-undang pesantren ini bisa goal karena ada PPP dan PKB. Kalau tidak lihat dari mewujudkan undang-undang,” ungkapnya.

Sementara, Sekretaris Dewan Pertimbangan DPC PPP Kendal H Mulyadi Muthohar mengingatkan pentingnya berpolitik. Jangan sampai perpolitikan dikuasai oleh golongan yang tidak mau memperjuangkan amar makruf dan nahi munkar, “Yang memperjuangkan amar makruf nahi munkar itu tidak ada. Maka berpolitik itu wajib,” pesannya.

Ia juga mengutip isi ceramah KH Bahauddin Nur Salim (Gus Baha’) yang bahkan memperbolehkan membeli kebenaran, “Kebenaran itu harus diperjuangkan, bila perlu harus dibeli,” ujarnya.

Oleh karena itu dirinya meminta para kader dalam berpolitik dengan landasan niat yang baik. Dia juga mendorong agar para kader yang potensial untuk berani maju dalam pemilu mendatang, “Mulai saat ini bismillah, diniati untuk berjuang,” pesannya. (*)

Sumber berita: sorotindonesia

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

INSTAGRAM

IKUTI KAMI

313,939FansSuka
48,132PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

TERKINI