Krakatau Steel dan PTPN III akan di IPO, DPR Pertanyakan Alasan Menteri BUMN

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PPP Elly Rachmat Yasin mempertanyakan alasan Menteri BUMN Erik Thohir terkait rencana Initial Public Offering (IPO) dan Right Issue BUMNĀ  anak usaha Krakatau Steel kemudian holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero). Serta, sejumlah anak-cucu BUMN lainnya di tahun 2021 dan 2022.

Menurutnya, IPO sebenarnya merupakan langkah korporasi yang diharapkan mempunyai nilai positif di masa mendatang, khususnya jika dilakukan oleh BUMN yang memang memiliki saham bagus (blue chip) seperti bank BRI, Mandiri dan BNI. Bahkan bank- bank BUMN ini memiliki kinerja yang bagus di tataran Asia Pasifik.

“Akan tetapi saya IPO induk holding PT. Perkebunan Nusantara, yaitu PTPN III dan anak usaha Krakatau Steel keduanya merupakan BUMN yang sedang merugi dan mempunyai utang yang menumpuk. PTPN III memiliki utang Rp 47 triliun dan Krakatau Steel memiliki utang Rp. 31 triliun. Lalu apa menariknya bagi investor?,” tanya Elly

Dikatakannya, meskipun yang memiliki utang jumbo adalah induk usaha, tetapi calon investor tetap akan melihat bahwa induk dan anak-cucu usaha sebagai satu group bisnis.

“Kami khawatir IPO mereka dipaksakan sehingga tidak optimal hasilnya,” ungkapnya

Sebab itu ia meminta Benahi dulu kinerja operasional dan keuangan PTPN III dan Krakatau Steel, serta anak usahanya. Agar mereka lebih siap melantai di bursa saham perdana seperti yang direncanakan.

“Kami berharap waspada aksi jual saham agar tidak terjadi kegagalan. Jangan sampai saham dijual sangat murah sehingga kepemilikan saham dikuasai swasta bahkan asing,” ungkap Elly.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

INSTAGRAM

IKUTI KAMI

313,160FansSuka
53,232PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

TERKINI