PPKM Level 3, PPP Minta Rumah Sakit Harus Lebih Siap Berikan Layanan

Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PPP Anas Thahir mengapresiasi langkah pemerintah meningkatkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jabotabek, Bandung Raya dan DIY menjadi level 3.

Menurutnya, langkah tersebut sangat tepat untuk menekan penyebaran Covid-19 terutama varian omicron.

“Namun, hal ini harus dibarengi langkah-langkah strategis lainnya, seperti peningkatan tracing dan peningkatan pengawasan di titik-titik rawan kerumunan orang,” jelasnya.

Ia juga meminta pemerintah memastikan semua rumah sakit bisa memberi layanan Kesehatan maksikan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan saat harus rawat jalan atau rawat inap.

“Walaupun agak terlambat, penetapan PPKM level 3 untuk Jabodetabek ini perlu diapresiasi. Pemerintah perlu juga memastikan layanan rumah sakit harus lebih siaga dan semua fasilitas harus siap digunakan,” kata Anas.

Anas meyakini jumlah penderita Covid 19 jauh lebih besar dibanding yang diumumkan pemerintah, karena banyak warga yang tidak mau swab antigen PCR.

Apalagi varian Omicron disebut lebih ringan disbanding varian Delta yang sebelumnya pernah menyerang Indonesia.

“Varian Omicron ini memang memiliki gejala yang lebih ringan bahkan banyak yang menyebut sebagai flu biasa, sehingga banyak yang meremehkan. Padahal varian ini lebih cepat menular dan tetap bisa menimbulkan efek yang mematikan,” jelas Anas

Dikatakannya, saat ini masyarakat sudah mulai lengah dengan penerapan protokol kesehatan, oleh karena itu tugas pemerintah untuk kembali menyadarkan dan menindak tegas bagi yang melanggar prokes.

“Masyarakat sudah mulai lengah, kita sering lihat sudah banyak berkerumun di banyak tempat serta tidak mengenakan masker serta banyak juga yang menganggap sepele varian omicron ini, baik karena abai atau memang merasa sudah divaksin, ini tugas kita bersama, tugas pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah preventif,” katanya.

Selain itu, pemerintah perlu kembali mengevaluasi program vaksinasi, karena tercatat sejak ada omicron sebanyak 357 pasien meninggal dari sejak omicron berjalan, 42 persen memiliki komorbid 44 persen lansia, dan 69 persen belum dilakukan vaksinasi lengkap.

“Sosialisasi vaksinasi harus terus ditingkatkan, sehinggi diharapkan bisa menekan dampak atau penularan dari varian omicron ini,” katanya. (*)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

INSTAGRAM

IKUTI KAMI

313,180FansSuka
49,966PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

TERKINI