Puji PPP yang Tegas Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Jokowi, Rocky Gerung: Bagus Juga

JAKARTA – Pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung memuji sikap PPP yang tegas menolak perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi.

Rocky Gerung menilai PPP bukan lagi musuh dalam selimut di lingkungan pemerintahan Presiden Jokowi, melainkan musuh tanpa selimut.

Rocky Gerung juga membayangkan jika rilis PPP mengenai penolakan terhadap perpanjang masa jabatan Presiden Jokowi diketahui, disetujui, dan bahkan dipimpin oleh ketua umumnya, Suharso Monoarfa.

“Saya kira betul, PPP bukan jadi musuh dalam selimut, musuh tanpa selimut gitu. Karena memang kita mesti bayangkan, rilis partai itu artinya diketahui dan disetujui bahkan dipimpin oleh ketua partai,” kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip Kabar Besuki dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Kamis, 17 Maret 2022

Rocky Gerung memuji sikap cerdik PPP yang mulai menunjukkan tanda-tanda berbalik arah, meski saat ini masih menjadi bagian dari koalisi pemerintahan Presiden Jokowi.

Mantan pengajar sekaligus alumni Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan, PPP yang tergolong partai kecil kini mulai menyeberang ke kubu Anies Baswedan karena menduga kapal pemerintahan Presiden Jokowi mulai oleng.

“Jadi makin cerdik, partai kecil tapi mulai cerdik karena melihat kapal udah oleng bersekutu dengan angin selatan (oposisi), karena selatan adalah kantornya Anies Baswedan, sementara utara adalah kantornya Pak Jokowi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rocky Gerung juga mengapresiasi percakapan intensif yang terjadi dalam internal PPP mengenai penolakan perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi.

“Tapi bagus juga ada percakapan intensif di dalam kalangan PPP yang menyadari bahwa memang Pak Baid ini mesti dimintakan pertanggungjawabannya pada pemimpinnya,” katanya.

Selain itu, dia juga menilai bahwa PPP juga berpikir ingin mengulang sejarah sebagai partai oposisi terbaik di zaman Soeharto.

Menurutnya, PPP selalu konsisten bersikap berseberangan dengan Soeharto selama masa pemerintahan Orde Baru.

“Tetapi, pikiran PPP itu dia punya kesempatan sejarah untuk mengulangi PPP zaman Soeharto itu yang selalu mengatakan ‘tidak’ pada presiden, walaupun sebetulnya itu hasil ‘bonsai’ dari partai-partai Islam,” ujar dia.{*}

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

INSTAGRAM

IKUTI KAMI

313,185FansSuka
49,950PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

TERKINI