PPP Minta Pemerintah Jamin Harga Pangan Terjangkau Selama Ramadhan

Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Elly Rachmat Yasin meminta pemerintah bisa memastikan tidak hanya ketersediaan pangan, melainkan juga harga pangan yang terjangkau untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

“Kami mendesak Pemerintah memastikan ketersediaan pangan untuk memenuhi kebutuhan selama bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 2022 dengan harga terjangkau,” kata Elly saat menjadi narasumber Seminar Fraksi PPP DPR RI tentang “Jelang Ramadhan, Akankah Harga Sembako Menyusul Minyak Goreng?” di Jakarta Pusat, Selasa (29/3/2022).

Menurut politisi PPP ini, jangan sampai golongan miskin di Indonesia yang berjumlah 26,5 juta jiwa, kemudian korban PHK 500 ribu lebih, 30 juta UMKM yang gulung tikar serta pengangguran terbuka hingga 139,81 juta ini berat menanggung kenaikan harga bahan pokok. Padahal, hal tersebut bisa diatasi oleh Pemerintah.

“Makanya kami mendesak Pemerintah agar saling berkoordinasi (tidak ego sektoral) dalam modernisasi dan revitalisasi sistem dan manajemen ketersediaan bahan pokok nasional,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi menyinggung masalah kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng. Sejak awal pihaknya menyuarakan pembentukan panja di Komisi VI dan Komisi VII DPR.

“Dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Perdagangan, PPP sudah menyampaikan sikap yaitu mengusulkan dibentuk Panja untuk menginvestigasi kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng. Bagi PPP, yang terpenting adalah menemukan solusi, agar persoalan tidak terulang kembali,” urai pria yang akrab disapa Awiek saat menjadi Keynote Speaker Seminar Fraksi PPP DPR RI ini.

Terhadap kenaikan harga sembako jelang Ramadhan, Ekonom dari INDEF Rusli Abdullah mengatakan, volatilitas harga-harga sembako menjelang Ramadhan masih terjadi. Oleh karena itu, Pemerintah harus terus mengawasi khususnya H-1 puasa dan H-2 lebaran.

“Pemerintah harus menerapkan kebijakan-kebijakan stragis untuk mengatasi kenaikan harga ini, yaitu penetapan Harga Ecer Tertinggi (HET) kemudian diiringi dengan kebijakan pendamping lainnya,” jelasnya.

Dikatakannya, kenaikan beberapa harga pangan ini tentunya tidak terlepas dari naiknya harga pangan dunia. “Salah satunya disebabkan oleh harga pangan dunia yang meningkat, setidaknya tertinggi dalam waktu 5 tahun terakhir,” pungkasnya.

Selain anggota Komisi VI DPR RI Elly Rachmat Yasin dan Ekonom dari INDEF Rusli Abdullah, hadir juga sebagai narasumber Seminar adalah Wakil Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Guntur Syahputra Saragih dan Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Bapokting) Kemendagri Isy Karim. Kemudian, yang menjadi Keynote Speaker adalah Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

INSTAGRAM

IKUTI KAMI

313,163FansSuka
49,993PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

TERKINI